Kota Batu_Pintubatunews.com. Kolaborasi Komunitas Saberspungli dengan stakeholders pentahelix dalam pengelolaan persampahan di Kota Batu. Konsep Pentahelix melibatkan kolaborasi lima elemen kunci: Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media. Kolaborasi ini bertujuan untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan kekuatan dan sumber daya masing-masing. Komunitas Saberspungli bertindak sebagai penghubung antar pemangku kepentingan.
Saberspungli merupakan Komunitas yang kepanjangannya Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali artinya komunitas mengajak membersihkan sampah masuk kali/sungai jadi bukan melakukan audit. Salah satu fokus kami itu bagaimana sungai menjadi bersih. Saberspungli pada saat ini memasuki tahun ke sembilan. Saberspungli mensupport ke Pemerintah Kota Batu, bagaimana membantu system pengelolaan sampah di Kota Batu.
Disampaikan oleh salah seorang penggerak Saberspungli S. Catur Wicaksono untuk menjawab pertanyaan salah satu Mahasiswa Universitas Brawijaya semester 8 jurusan Manajemen Publik, Farez asal Padang. Yang sedang melakukan penelitian tata kelola sampah bertempat di TPS3R Sami Berkah Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu Senin (23/2/2026).

“Selain bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batu, Saberspungli juga bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta 1, karena bertanggungjawab terhadap pengelolaan air mulai jalur sungai brantas juga bekerjasama dengan PLN. Bantuan yang pernah kami terima dalam bentuk pembuatan biopori di beberapa titik dengan jumlah sekitar 1.000 titik. Biopori sudah kita berikan kepada masyarakat Kota Batu ada yang ditempatkan di sekolahan, ada di Desa dan lain-lain, “tuturnya.
“Selain biopori baru-baru ini kita membantu mengurai limbah industri. Di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu, limbah industri jamu mengakibatkan sungai tercemar. Dengan dibuatkan IPAL sehingga pada saat limbah masuk ke sungai airnya sudah dalam keadaan bersih. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) adalah sistem atau struktur teknik yang dirancang untuk mengolah limbah cair, baik domestik (rumah tangga) maupun industri, agar zat berbahaya berkurang dan air aman dibuang ke lingkungan. IPAL menyaring dan membersihkan limbah menggunakan bakteri baik, filtrasi, serta metode kimia/fisika agar memenuhi baku mutu, “tegasnya.
“Pengusaha dengan prinsip ekonomi, yaitu pengeluaran biaya sekecil-kecilnya dan berharap keuntungan yang sebesar-besarnya. Apa lagi banyak pengusaha yang tidak memperhatikan tentang limbahnya yang dibuang langsung ke sungai. Sama juga dengan prinsipnya masyarakat yang sudah membayar iuran sampah, sampah diambil urusan mereka anggap sudah selesai. Padahal masih butuh proses panjang untuk menyelesaikan persoalan sampah tersebut. Untuk itu kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat dengan mengajak melakukan pilah sampah dari rumah. Sampah rumah tangga agar dipisahkan untuk sampah organik dengan sampah anorganik, sehingga mempercepat proses penyelesaiannya di TPS3R. TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) adalah sistem pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat skala komunal untuk mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya, “pungkas S. Catur Wicaksono mengakhiri penjelasannya.












