Popok Bekas Pakai, Mendominasi TPS3 Dusun Caru Desa Pendem

Penanganan sampah popok bekas pakai saat ini baru kita kumpulkan dulu di karung, untuk sementara kami pergunakan sebagai tanggul penahan.

Foto Sri Rahma Ketua KSM Sejahtera TPS3R Dusun Caru Desa Pendem

Kota Batu_Pintubatunews.com. TPS3R atau Tempat Pengolahan Sampah 3R, adalah fasilitas lokal yang dirancang untuk mengelola sampah dengan prinsip 3R, yaitu Reduce (pengurangan), Reuse (penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang).  TPS3R Dusun Caru Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu saat ini menangani sampah dari dua Dusun yaitu Dusun Caru dan Dusun Pendem.

Menurut Sri Rahma Ketua KSM Sejahtera saat ditemui Kamis (19/2/2026) menyampaikan, “Awalnya untuk penanganan sampah hanya Dusun Caru saja, karena warga Dusun Pendem protes ke Pemerintah Desa Pendem akhirnya oleh Bapak Tri Wahyuwono Efendi Kepala Desa Pendem, Dusun Pendem dimasukkan penanganan sampahnya di TPS3R ini.”

Foto tempat pemilahan sampah di TPS3R Sejahtera Dusun Caru Desa Pendem

“Jumlah pelanggan sampah rumah tangga yang ditangani yaitu di Dusun Caru sebanyak 787 rumah, di Dusun Pendem 561 rumah. Perhari sampah yang masuk sejumlah 8 Tossa @ 250 Kg kurang lebih 2ton sampah, terdiri dari sampah anorganik didominasi sampah popok bekas pakai seperti pampers untuk anak-anak dan manula. Popok bekas pakai ini karena terdiri dari campuran bahan plastik, kapas, gel, dan terkontaminasi kotoran manusia, popok sulit didaur ulang termasuk jenis sampah residu. Penanganan sampah popok bekas pakai saat ini baru kita kumpulkan dulu di karung, untuk sementara kami pergunakan sebagai tanggul penahan. Selanjutnya kalau tanggul penahan sudah terpenuhi kami nanti menunggu diambil Dinas Lingkungan Hidup untuk dibawa ke TPA Tlekung, “tuturnya.

“Setiap hari setelah sampah yang masuk dipilah rata-rata ada 20 arco sampah organik, 5 zak popok bekas pakai balita dan manula, untuk anorganik jenis plastik ada 4 keranjang sebelum dipilah. Jenis sampah kardus dan duplek sekitar 1 hingga 2 keranjang. Pada saat hari libur sampah organik semakin meningkat jumlahnya karena setiap rumah tangga masak dirumah. Insinerator ada 2unit yang satu ukuran agak besar yang mampu dipergunakan untuk pembakaran 1 pickup sampah anorganik setelah dipilah, “tambahnya.

“Hasil pemilahan sampah anorganik sudah ada yang mengambil dari pengepul, berasal dari Batu dan dari Pujon. Untuk harganya tidak stabil terkadang naik dan terkadang turun. Jumlah tenaga kerja ada 9 orang dan mendapat bantuan tenaga kerja dari DLH 2 orang, untuk KSM pengurus 4 orang, mereka juga terkadang membantu di TPS3R ini, “pungkas Sri Rahma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *