TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo, Pernah Meraih Berbagai Penghargaan

Foto Pengurus KSM TPS3R Jalibar berseri beserta tenaga kerjanya

Kota Batu_Pintubatunews.com. TPS3R (tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle) Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo, mulai beroperasi sejak 11 Maret 2020  pembangunan gedung TPS3R diresmikan oleh Walikota Batu Dra. Hj Dewanti Rumpoko Msi. Setelah itu TPS3R menorehkan berbagai penghargaan telah diperoleh.

Antara lain pada April 2021 mendapatkan piagam penghargaan, kategori pengelolaan sampah kriteria TPS3R dengan Predikat Terbaik 3. Tahun 2022 mendapatkan piagam penghargaan, kategori pengelolaan sampah kriteria TPS3R Predikat Terbaik 1. Pada tgl 1 Agustus 2025 mengikuti lomba fashion di Jatim Park 3 mendapatkan juara 3 dengan mengangkat tema Putri Salju. Bahan baju dan tas terbuat dari botol dan karung beras yang tidak terpakai dan untuk topi berbahan rege. Dengan desainer Rinda dan modelnya para pegawai TPS3R Jalibar Berseri. Pada tgl 19 Oktober 2024 Desa Oro Oro Ombo mendapat penghargaan kategori Wisata Edukasi Pengelolaan Sampah Mandiri dalam rangka HUT Kota Wisata Batu. Waktu itu TPS3R Jalibar Berseri mampu mengelola sampah volume 8 s.d 10 ton perhari, bisa diselesaikan pemilahan dalam waktu sehari dengan jumlah tenaga kerja 23 orang. Oktober 2025 mendapatkan piagam penghargaan dari Walikota Batu Nurochman, SH, MH juara harapan 1 lomba kreasi bahan daur ulang. Tgl 16 November 2025 mendapatkan predikat juara harapan tingkat 1 Kecamatan Batu dengan kategori pengelolaan dan pemilahan sampah dari hulu ke hilir.

Mobil operasionalnya ada 2 unit, pick up Traga dan L300. Jumlah tenaga kerjanya ada 25 orang terdiri dari 3 orang merupakan pengurus. Untuk sopir mobil ada 2 orang, pada saat pengambilan sampah setiap mobil dibantu 2 orang petugas.  Petugas insinerator 2 orang dan petugas rumah kompos 2 orang. Sisanya membantu dipemilahan sampah.

Foto Titik Setyawati Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jalibar Berseri

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jalibar Berseri Titik Setyawati saat ditemui di Sekretariatnya Sabtu (7/2/2026) menyampaikan, “Standar operasional prosedur pengelolaan sampah di TPS3R Jalibar Berseri ini, sampah yang masuk TPS dilakukan pemilahan. Sampah organik difermentasi menjadi pupuk kompos dan dijual, juga difermentasi menjadi eco enzyme selain digunakan sendiri juga dibagikan kepada masyarakat yang mau menggunakan.”

“Untuk sampah anorganik langsung dijual ke pengepul juga dibuat produk daur ulang. Sampah anorganik daur ulang seperti sandal dari hotel yang sekali pakai, disini kami daur ulang agar bisa dijual. Sampah daur ulang kalau bisa mengelolanya bisa menjadi berkah. Sedangkan sampah residu langsung kita bakar diinsinerator. Abu residu kami kumpulkan untuk dibuat campuran produk paving, “tuturnya.

“Setelah TPA Tlekung ditutup, TPS3R Jalibar Berseri hanya mengelola sampah satu Desa Oro Oro Ombo saja. Sebelum ditutup kita menerima sampah dari hotel dan dari Lippo Plaza. Karena pengelolaan sampah dari iuran warga tidak cukup, akhirnya ada subsidi dari Pemerintah Desa. Kalau ada dana subsidi dari Pemerintah Desa, dilarang menerima sampah yang berasal dari luar warga Desa Oro Oro Ombo. Meskipun pihak hotel memberikan kontribusi iuran lumayan besar, tetapi jumlah sampahnya sangat banyak sehingga tidak cukup untuk membiayai operasional TPS3R seperti biaya tenaga kerjanya untuk pemilah sampah sangat besar, “pungkas Titik Setyawati.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *