Kota Batu_Pintubatunews.com. _Stefanus Catur Wicaksono merupakan salah satu praktisi yang konsisten menekuni bidang pengelolaan persampahan, lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan lingkungan di Kota Batu.
Berbekal pendidikan Teknik Mesin bidang Konversi Energi dari ITS Surabaya, Stefanus memiliki pendekatan yang memadukan pemahaman teknis dengan pemberdayaan masyarakat. Baginya, persoalan sampah bukan sekadar bagaimana sampah dikumpulkan dan dibuang, tetapi bagaimana sampah dapat dikurangi dari sumbernya, dipilah, diolah, dimanfaatkan, serta dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Perjalanan panjangnya sebagai praktisi lingkungan telah membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ia mengembangkan model pengelolaan sampah mandiri maupun komunal, termasuk proyek percontohan dengan kapasitas hingga 500 Kepala Keluarga (KK).
Kiprah tersebut kemudian berkembang melalui pendampingan 70 titik bank sampah di Kota Batu dengan jumlah anggota lebih dari 3.500 orang. Pendampingan dilakukan untuk memperkuat kapasitas pengelola, membangun budaya memilah sampah dari sumbernya, sekaligus mendorong masyarakat agar melihat sampah sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai dan manfaat.
Tidak berhenti pada bank sampah, Stefanus juga terlibat dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah berupa Rumah Kompos di 16 titik tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Kota Batu dan 2 unit Big Komposter di tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) Kota Batu.
Rangkaian pengalaman tersebut menjadikan Stefanus bukan hanya seorang praktisi pengelolaan sampah, tetapi juga seorang pendamping, penggerak, edukator, dan fasilitator masyarakat dalam bidang lingkungan.
JEJAK PENGABDIAN DI BIDANG LINGKUNGAN
Praktisi Pengelola Sampah Mandiri
Stefanus aktif mengembangkan berbagai model pengelolaan sampah mandiri dan komunal. Pendekatan yang dikembangkan menitikberatkan pada pengelolaan sampah sedekat mungkin dari sumbernya dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah proyek percontohan pengelolaan sampah dengan kapasitas hingga 500 KK.
Model tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak sepenuhnya bergantung pada tempat pemrosesan akhir, tetapi dimulai dari rumah tangga dan lingkungan masyarakat.
Pendamping Bank Sampah
Dalam perjalanan pengabdiannya, Stefanus telah mendampingi 70 titik bank sampah di Kota Batu dengan jumlah anggota lebih dari 3.500 orang.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan pengelolaan bank sampah, peningkatan partisipasi masyarakat, pemilahan sampah dari sumber, serta edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Pengembangan Rumah Kompos dan Big Komposter
Stefanus turut berperan dalam pengembangan:
- 16 titik Rumah Kompos pada TPS3R Kota Batu
- 2 unit Big Komposter di TPA Kota Batu
Pengembangan fasilitas ini diarahkan untuk memperkuat pengolahan sampah organik dan mengurangi jumlah sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
SABERS PUNGLI: DARI SAMPAH HINGGA MENJAGA SUNGAI
Salah satu sisi menarik dari kiprah Stefanus adalah keterlibatannya sebagai penggerak gerakan Sabers Pungli, yang merupakan kependekan dari Sapu Bersih Sampah Nyemplung/Masuk Kali.
Gerakan ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi sungai dan lingkungan perairan yang masih menghadapi persoalan sampah. Melalui gerakan Sabers Pungli, masyarakat diajak untuk turun langsung membersihkan sampah yang masuk, berada, maupun menumpuk di aliran sungai.
Bagi Stefanus, persoalan sampah tidak berhenti ketika sampah berhasil dikumpulkan. Hal yang tidak kalah penting adalah mencegah sampah agar tidak sampai masuk ke sungai.
Karena itu, gerakan Sabers Pungli tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan bersih-bersih sungai, tetapi juga sebagai gerakan edukasi dan perubahan perilaku masyarakat.
Pesan yang dibangun sederhana namun kuat: sungai bukan tempat sampah.
Melalui gerakan tersebut, Stefanus mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan sungai dan lingkungan di sekitarnya.
Keterlibatan dalam Sabers Pungli sekaligus melengkapi kiprahnya dalam pengelolaan sampah, mulai dari mengurangi sampah dari sumber, memilah, mengolah, memanfaatkan, hingga mencegah sampah mencemari lingkungan dan sungai.
PENGELOLA DUSUN SAHABAT ALAM
Di luar aktivitas pengelolaan persampahan di Kota Batu, Stefanus juga mengelola Dusun Sahabat Alam di Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Kawasan tersebut dikembangkan sebagai ruang kegiatan berbasis alam dan edukasi lingkungan dengan berbagai aktivitas, antara lain:
- Camping
- Outbound
- Edukasi Lingkungan (Eling)
- Kegiatan berbasis alam
- Pengelolaan lingkungan
- Unit Pengolah Sampah Terpadu LIDI
Dusun Sahabat Alam menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk belajar mengenai alam, lingkungan, serta praktik pengelolaan sampah secara terpadu.
PERJALANAN ORGANISASI DAN SOSIAL
Tim Penggerak PKK Kota Batu 2012–2017
Anggota Pokja 4 dan dipercaya sebagai Koordinator Bidang Pengolahan Sampah. Keterlibatannya menjadi bagian dari upaya mendorong peran keluarga dan masyarakat dalam pengelolaan sampah serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Komunitas Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) Kota Batu 2014–sekarang
Ketua KPSM Kota Batu. Melalui KPSM, Stefanus aktif membangun jaringan pengelola sampah mandiri dan mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Forum Kota Batu Sehat (FKBS) 2018–2021, Wakil Ketua Forum Kota Batu Sehat (FKBS). Dalam peran ini, Stefanus turut mendukung berbagai kegiatan untuk mewujudkan Kota Batu yang sehat, bersih, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
Forum Kota Batu Sehat (FKBS) 2021–2024, Ketua Forum Kota Batu Sehat (FKBS). Sebagai Ketua, Stefanus turut mendorong kolaborasi berbagai unsur masyarakat dalam membangun lingkungan Kota Batu yang sehat dan berkelanjutan.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu 2025–2026 Koordinator Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Dalam posisi ini, Stefanus menjalankan fungsi koordinasi dan pendampingan bersama para praktisi untuk mendukung percepatan pengembangan dan penerapan sistem pengelolaan persampahan di Kota Batu.
BIDANG KEAHLIAN DAN PENGALAMAN
Perjalanan pendidikan, profesional, dan sosial Stefanus Catur Wicaksono memberikan pengalaman pada berbagai bidang, antara lain:
- Pengelolaan sampah mandiri
- Pengelolaan sampah berbasis masyarakat
- Bank sampah
- TPS3R
- Rumah kompos
- Pengolahan sampah organik
- Big komposter
- Edukasi lingkungan
- Pendampingan masyarakat
- Pemberdayaan komunitas
- Pengembangan fasilitas pengolahan sampah
- Pengelolaan lingkungan
- Kebersihan sungai
- Gerakan Sabers Pungli
- Pengembangan kawasan edukasi lingkungan
- Kegiatan alam dan ekowisata
FILOSOFI PENGELOLAAN SAMPAH
Bagi Stefanus, persoalan sampah bukan semata-mata persoalan teknis.
Pengelolaan sampah membutuhkan perubahan pola pikir, kesadaran masyarakat, edukasi, inovasi, keteladanan, serta kolaborasi berbagai pihak.
Karena itu, pengelolaan sampah idealnya dimulai dari sumbernya. Rumah tangga, komunitas, bank sampah, TPS3R, rumah kompos, hingga fasilitas pengolahan lainnya harus menjadi bagian dari satu ekosistem pengelolaan persampahan yang saling terhubung.
Prinsip tersebut juga menjadi dasar keterlibatannya dalam berbagai kegiatan lingkungan, termasuk gerakan Sabers Pungli yang menempatkan sungai sebagai bagian penting dari ekosistem kehidupan yang harus dijaga bersama.
KOMITMEN UNTUK KOTA BATU
Lebih dari sekadar mengelola sampah, perjalanan Stefanus Catur Wicaksono memperlihatkan sebuah proses panjang dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Dari bank sampah hingga rumah kompos, dari TPS3R hingga big komposter, dari edukasi lingkungan hingga gerakan Sabers Pungli, seluruhnya memiliki benang merah yang sama: mengajak masyarakat menjadi bagian dari solusi persoalan lingkungan.
Pengalaman sebagai praktisi pengelolaan sampah mandiri, pendamping puluhan bank sampah, pengembang fasilitas pengolahan sampah, penggerak organisasi sosial, Ketua Forum Kota Batu Sehat, hingga Koordinator Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Stefanus menunjukkan bahwa perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat dimulai dari rumah, lingkungan, komunitas, bank sampah, sungai, dan kesadaran setiap orang untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.
Dengan latar belakang pendidikan Teknik Mesin dan pengalaman panjang di bidang pengelolaan persampahan serta lingkungan hidup, Stefanus Catur Wicaksono merupakan sosok yang konsisten mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kiprahnya memperlihatkan perpaduan antara pengetahuan teknis, pengalaman lapangan, pemberdayaan masyarakat, edukasi lingkungan, dan gerakan sosial.
Dari pengelolaan sampah di sumber hingga menjaga kebersihan sungai, dari bank sampah hingga rumah kompos, Stefanus terus mengambil bagian dalam membangun budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan.
“Sampah bukan sekadar masalah yang harus dibuang, tetapi sumber daya yang perlu dikelola dengan pengetahuan, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat.”
STEFANUS CATUR WICAKSONO
Praktisi Pengelolaan Persampahan & Lingkungan
Penggerak Masyarakat Peduli Lingkungan
Kota Batu – Jawa Timur












