Rumah Kompos Di Kota Batu Periode Pertama, Diperkirakan Akan Panen Kompos 24,5 Ton

Foto peserta rapat koordinasi di TPA Tlekung

Kota Batu_Pintubatunews.com _Rapat koordinasi (rakor) yang diadakan oleh Kepala UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Persampahan bersama Tim Pendamping TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle) Desa Kelurahan Se Kota Batu, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Tim Praktisi Selaku Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan Kota Batu. Ralor digelar di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Tlekung Jum’at (29/5/2026). Fokus utamanya tentang pendampingan rumah kompos yang berada di 16 titik TPS3R. Tujuannya untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi operasional, serta menyusun strategi teknis pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.

Kepala UPTD Persampahan Taufan Bayu Setiawan dalam sambutannya menyampaikan, “Setiap minggunya UPTD Persampahan adakan rapat koordinasi untuk menyampaikan hasil pendampingan dilapangan dengan Tim Pendamping TPS3R Desa/Kelurahan. Selanjutnya tim praktisi bisa mengikuti rapat semuanya minimal sebulan sekali, waktunya hari Jum’at di akhir bulan tujuannya untuk menyamakan persepsi, saling mengisi dan apabila ada permasalahan dilapangan bisa ditangani dengan cepat.”

Foto Kepala UPTD Persampahan Kota Batu Taufan Bayu Setiawan saat menyampaikan kata sambutan.

“Program rumah kompos yang sudah jalan perlu dilakukan evaluasi. Ada beberapa Desa Kelurahan rumah kompos ada yang belum jalan, harapan kami dari tim praktisi bisa lebih mendorong agar rumah kompos yang belum operasi segera beroperasi. Secara teori dan praktik seperti apa sesuaikan dengan karakteristik sampah di desa kelurahan masing-masing, “tambahnya.

“Tim praktisi divisi rumah kompos diharapkan minimal koordinasi dengan tim pendamping TPS3R saat dilapangan. Teman-teman pendamping jarang ketemu dilapangan, tidak harus setiap hari seminggu sekali bertemu agar bila ada masalah cepat diselesaikan, “pungkas Taufan Bayu Setiawan.

Sementara itu Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Eni Maulidiyah menginventarisasi data rumah kompos yang siap panen kepada tim pendamping TPS3R. Diperoleh data rumah kompos yang sudah panen diperkirakan antara lain di Kecamatan Bumiaji yaitu Desa Sumbergondo diperkirakan sebanyak 3 ton, Desa Tulungrejo 2 ton, Desa Punten 2 ton. Kecamatan Batu: Desa Sidomulyo 3 ton, Desa Oro Oro Ombo 5 ton. Kecamatan Junrejo Desa Tlekung 2 ton, Kelurahan Dadaprejo 1,5 ton, Desa Mojorejo 3 ton, Desa Pendem 3 ton, jumlah diperkirakan 24,5 ton. Rumah kompos yang sudah panen periode pertama ini akan dibeli semuanya oleh DLH, pengambilan ke titik kumpul dibawa ke Bank Bunga dipakai untuk taman. Untuk periode berikutnya nanti bisa dibeli oleh pihak ketiga seperti CooSAE (Cooperative Smart Agriculture Ecosystem) atau oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *