TPS3R Rejeki Barokah Desa Sumbergondo Panen Pupuk Kompos, Tetapi Terkendala Pemasarannya

Foto sampah organik di TPS3R Desa Sumbergondo siap dipanen

Kota Batu_Pintubatunews.com _ Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rejeki Barokah Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu siap panen pupuk kompos dari sampah organik. Sebelum dibangunkan rumah kompos oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, TPS3R Rejeki Barokah ini sudah punya tempat pengelolaan sampah organik sebanyak 2 sel.

Foto Ketua TPS3R Rejeki Barokah Desa Sumbergondo Juma’ati

Ketua TPS3R Rejeki Barokah Juma’ati saat ditemui di TPS3R Dusun Segundu Rabu (20/5/2026) menyampaikan, “Kemarin Selasa (19/5/2026) sudah persiapan pemanenan yaitu dengan mengeluarkan sampah organik yang telah matang dikeluarkan dari dalam sel oleh 4 orang pekerja. Dengan tujuan untuk diangin-anginkan dulu agar kadar airnya berkurang. Kurang lebih membutuhkan waktu satu bulan, setelah itu baru dilakukan pencacahan dengan mesin pencacah. Selanjutnya dilakukan pengayakan dengan menggunakan mesin pengayak yang sudah tersedia.”

“Pupuk kompos yang akan dipanen ini merupakan sampah organik yang masuk dirumah kompos bangunan lama, sejak bulan November, Desember 2025 dan Januari 2026 diperkirakan volumenya sebanyak 15 ton. Tetapi saat itu kondisinya sampah organik masih bercampur sampah anorganik jenis plastik dan belum dilakukan pencacahan. Kemungkinan nanti setelah dicacah dan diayak, pupuk kompos yang siap dijual sebanyak 3 hingga 4 ton. Biasanya pupuk kompos yang siap kami jual itu dikemas dalam karung dengan ukuran 15 kg, 20 kg dan 25 kg, “tuturnya.

Foto sampah organik yang dipanen siap dilakukan pencacahan dan pengayakan serta pengemasan.

“Untuk sampah organik di sel 1 dan sel 2 yang dirumah kompos mulai diisi sejak (18/2/2026) sebenarnya juga siap dipanen akhir bulan ini, sebab saat dimasukkan sampah organiknya terlebih dulu sudah dilakukan pencacahan, “tambahnya.

“Sedangkan pupuk kompos sisa tahun 2025 yang lalu juga masih ada stock sekitar 600 kg. Bisa dilihat sendiri banyak kemasan karungnya yang rusak disebabkan oleh tikus. Untuk pemasarannya masih belum tahu mau dijual kemana? Kami bingung terkendala untuk pemasarannya. Semoga saja ada petani yang tertarik untuk membeli pupuk kompos kami yang sudah siap dijual ini, “pungkas Juma’atin penuh harap.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *