Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Dusun Kajang Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu mulai digunakan sejak Jum’at (20/2/2026). Rumah kompos ada 4 sel dengan luas bangunan 120meter persegi, saat ini rata-rata sampah organik yang masuk dan sudah dipilah sebanyak 1ton perhari. Hingga saat ini sampah organik yang dibawa setelah pemilahan belum dilakukan penimbangan, hanya dihitung rata-rata menggunakan arco. Setiap hari sampah organik di sel rumah kompos disemprot dengan eco enzyme perbandingan 1:1000 dengan menggunakan handsprayer. Fungsi penyemprotan menggunakan eco enzyme selain untuk mempercepat proses fermentasi juga mencegah timbulnya lalat.
Menurut Saji Pramono Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sami Berkah TPS3R Dusun Kajang Desa Mojorejo saat bertemu di rumah kompos didampingi Pramono Pendamping TPS3R Koordinator Kecamatan Junrejo dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Senin (13/4/2026).

“Pengambilan sampah dilakukan setiap hari Senin sd Sabtu dimulai jam 07.30 dengan menggunakan 2 armada truk dan motor tossa. Saat pengambilan sampah dari warga sudah terpilah dengan asumsi sampah organik yang berat dimasukkan truk bagian belakang, sedangkan bagian depan diisi sampah anorganik yang ringan, “tuturnya.
“Ketika dilakukan pembongkaran di TPS3R dipilah lagi oleh 5 sd 6 orang. Sampah organik yang masih tercampur anorganik dimasukkan mesin gibrig. Sampah anorganik yang bisa digunakan lagi, kita masukkan lapak dikemas lagi dalam karung untuk dijual. Sisanya sampah residu langsung kita bakar di insinerator, “jelasnya.
“Mesin gibrig fungsinya memilah sampah organik dengan sampah yang masih tercampur anorganik, dulu saat masih baru dipakai pemisahannya masih detail, semakin lama dipakai makin aus dan saringannya melebar sehingga pemilahannya belum maksimal karena masih ada sampah plastik yang tercampur kerumah kompos. Karena tenaga kerja operasional terbatas, nanti saat pemanenan kompos dilakukan pengayakan kembali, semoga akan terpisah sampah anorganik yang jenis plastik kecil. Dalam jangka panjang kami masih membutuhkan kembali tambahan 1unit mesin gribig untuk berjaga-jaga apabila mengalami kerusakan, “pungkas Saji Pramono.












