Kota Batu_Pintubatunews.com. Desa Gunungsari terletak di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, wilayahnya terbagi menjadi 5 dusun yang dikenal dengan potensi pertanian dan wisatanya. Dusun-dusun tersebut meliputi Dusun Pagergunung, Dusun Kapru, Dusun Brumbung, Dusun Jantur, dan Dusun Brau. Wilayah ini terkenal sebagai penghasil mawar dan sayuran.
Tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan pendukung divisi rumah kompos, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan rumah kompos. Diterima langsung oleh Kepala Dusun Jantur Desa Gunungsari di TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Dusun Jantur pada Sabtu (28/2/2026).
Kepala Dusun Jantur Deni Lukman menyampaikan bahwa rumah kompos di Dusun Jantur Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu telah selesai pembangunannya. Permasalahannya belum bisa segera dioperasikan karena Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengurusi TPS3R masih belum terbentuk. Rencananya masih akan dilakukan ujicoba dulu 1 RW di Dusun Jantur untuk pengisian 1 sel. Kalau satu sel sudah penuh sampah organic, baru dikembangkan ke RW lainnya. Dusun Jantur ada 230 rumah, sedangkan kapasitas satu sel type 1 ini antara 750 s.d 1000 rumah. Selama ini pengelolaan sampah diselesaikan hanya ditingkatan RW saja. Meskipun sudah dibangunkan hangar dari Dinas Lingkungan Hidup tahun 2025, diberikan peralatan mesin pencacah sampah, mesin pengayak dan kantor KSM sudah lengkap tetapi KSM TPS3R memang masih belum terbentuk. Akan segera diadakan rapat dengan BUMDes untuk membentuk KSM.

“Rencananya pemilahan dilakukan ditingkatan rumah tangga, dan petugas dari TPS3R yang akan mengambili. Khusus untuk sampah organik sudah tersedia tong plastik kecil, yang rencananya 1 tong dipergunakan untuk 5 rumah. Jadi di rumah kompos TPS3R ini nanti sudah tidak dilakukan pemilahan lagi. Nanti petugas yang stand by hanya 1 atau 2 orang saja, karena kalau dihitung biaya pemilahannya yang lumayan mahal, “tuturnya.
Selama ini semua sampah baik organik maupun anorganik dibawa ke insinerator untuk dibakar. Dusun Jantur dan Dusun Celaket sudah teratasi, saat ini kita bingung untuk pembuangan abunya saja. Di Desa Gunungsari ada 5 insinerator yaitu Dusun Jantur ada 2 unit yaitu di RW 8, dan RW 9. Dusun Kapru RW 3, RW 4 dan RW 5 ada 1 unit, Dusun Brumbung RW 6 dan RW 7 ada 1 unit serta di RW 1, RW 2 Dusun Pagergunung 1 unit. Dulu insinerator terletak di dekat jalan besar, akhirnya dipindah ke pinggiran, “ jelas Deni Lukman.
Sementara itu tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan pendukung divisi rumah kompos, Kandek Purwanto sangat mengapresiasi rencana Dusun Jantur untuk melakukan pilah sampah dari rumah. “Saya sangat mendukung sekali rencana tersebut karena sudah sesuai konsep awal yang pernah saya usulkan, pemilahan sampah harus dilakukan dari skala rumah tangga. Karena biaya pemilahan sampah itu sangat mahal, ngak apa-apa memulainya terlambat yang penting penataannya nanti dimulai dari hulunya akan memudahkan untuk proses fermentasi di rumah kompos, “tegas Kandek Purwanto.
“Sudah pernah kita lakukan sosialisasi pemilahan dari rumah, yang berhadiah minyak goreng 1 ltr di seluruh RW yang dilakukan pada tahun 2024 sumber dana berasal dari dana tambahan 2% dari Pemerintah Kota. Karena sudah pernah kita sosialisasikan, nanti tinggal mengingatkan kembali lewat jama’ah tahlil, jadi tidak perlu mengumpulkan warga Kembali, kita tinggal nimbrung saja.
Motor Tossa pengangkut sampah ada 2 unit tinggal melakukan perawatan saja yang dioperasikan oleh petugas yang ditunjuk oleh Ketua RW, “ pungkas Deni Lukman.












