Kota Batu_Pintubatunews.com. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, komunitas Sabers Pungli, yang merupakan gerakan peduli lingkungan Sapu Bersih Nyemplung Kali berpusat di Kota Batu. Komunitas ini secara konsisten melakukan aksi susur sungai untuk mengumpulkan sampah, sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan.
Ada sebuah pepatah kuno yang mengingatkan kita: “Air dan sungai bukanlah warisan dari nenek moyang, melainkan titipan untuk anak cucu.” Kalimat inilah yang menyemangati kurang lebih 100 relawan lingkungan yang berkumpul di Sumber Ndollo, Jl. Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu Kota Batu, pada Sabtu pagi, (6/6/2026).
Bukan sekadar aksi seremonial memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026, gerakan Sabers Pungli ke 190 kali ini menjadi sebuah manifesto penting tentang apa itu kesadaran terlibat.

Merawat mata air dan sungai tidak bisa dilakukan sendirian; ia membutuhkan kepedulian kolektif yang melintasi batas-batas sektoral. Keunikan aksi kali ini terletak pada dahsyatnya kolaborasi yang tercipta. Di sepanjang aliran sumber mata air dan Sungai Ndollo hingga Dusun Sukorembug, terlihat pemandangan yang menggetarkan hati.
Karya Bunda Community (KBC) sebagai koordinator bersama tim Sabers Pungli, bergerak bahu-membahu dengan warga lokal Desa Sidomulyo dan komunitas KOMPAG. Kehadiran perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang datang khusus dari Surabaya, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DKH) Kota Batu, menegaskan bahwa konservasi tingkat lokal memiliki dampak strategis bagi skala regional.
Seluruh peserta tidak hanya memungut sampah sungai, melainkan mengintegrasikan kerja fisik dan edukasi melalui tiga agenda utama:
- Bersih Mata Air:
Mengamankan kesucian hulu (Sumber Ndollo) agar tetap mengalirkan kehidupan yang jernih. - Bersih Sungai: Menyisir aliran sungai dari sumbatan sampah antropogenik demi mengembalikan fungsi ekologisnya.
- Ngobrol Ekologi: Ruang dialektika di tepi sungai, tempat para akademisi, birokrat, dan warga duduk setara untuk merumuskan langkah konkret menjaga kelestarian air secara berkelanjutan.
Aksi ini juga membawa pesan swadaya yang kuat, di mana setiap peserta diwajibkan membawa tumbler dan sarung tangan sendiri sebuah langkah kecil untuk memutus rantai sampah baru saat memulihkan alam. Setiap tetes air yang diselamatkan hari ini adalah investasi kebaikan bagi masa depan Kota Batu.

Anggota Sabers Pungli Achmad Berlin Rifai menyampaikan, “Sabers Pungli mengalir luar biasa, ke 190 ini kita mengawali lagi bersih-bersih sungai. Ternyata sungai Ndollo ini merupakan anak sungai Brantas, dari Dawuhan yang ada di Dusun Payan Desa Punten Kecamatan Bumiaji. Dahulu untuk kebutuhan rumah tangga sekarang dipergunakan untuk pengairan sawah. Tinggal bagaimana menata sepadan sungai ini dari pendangkalan dan sedimentasi.”
“Dengan gerakan kesadaran kita mengajak masyarakat untuk sadar bahwa kebutuhan air makin hari makin berkurang ketersediaannya, ” tegasnya.
“Gerakan ini diikuti oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang, Mahasiswa Teknik Pengairan Universitas Brawijaya, serta kolaborasi mahasiswa dan dosen Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang. Saatnya berhenti menjadi penonton, saatnya terlibat dan berbuat, ” pungkas Achmad Berlin Rifai.













