TPS3R Dusun Junggo Desa Tulungrejo, Akan Panen Kompos

Foto pengurus TPS3R Dusun Junggo Desa Tulungrejo Hermawan berdiri diatas kompos yang siap dipanen.

Kota Batu_Pintubatunews.com _ Tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu akan memanen kompos sampah organik, dari bak penampungan sampah organik.

Pengurus TPS3R Dusun Junggo Desa Tulungrejo Hermawan, sewaktu ditemui bersama Rohim pendamping TPS3R Desa Tulungrejo dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Sabtu (30/5/2026) menuturkan, “Kompos yang akan kami panen berasal dari bak penampung sampah organik dengan ukuran kedalaman 1 mtr lebar 2 meter panjangnya 3 meter atau kapasitas 6 kubik, yang siap panen ada 3 bak jadi berjumlah 24 kubik.”

“Proses fermentasi sampah organik ini dimulai bulan November 2025, seharusnya bulan Januari 2026 sudah bisa dipanen. Karena tidak ada yang membeli akhirnya sampah organik yang seharusnya sudah bisa dipanen ini, sementara kita tahan dulu sambil menunggu pembelinya. Kalau sudah ada pembelinya kompos yang sudah jadi ini, akan segera kita keluarkan dari bak penampungan. Saat ini tempat yang tersedia kurang memadai, ketika ada pembelinya baru kita keluarkan lalu dilakukan pengayakan dan pengemasan kedalam karung. Dari pada kita keluarkan nantinya hanya menumpuk saja, kita berusaha menghemat tenaga kerja. Tadi sudah ada informasi dari Pak Rohim pendamping TPS3R Desa Tulungrejo, kompos yang dipanen akan dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Kami sangat bersyukur sekali mendapat khabar baik ini, karena Pemerintah Kota Batu telah memperhatikan permasalahan yang ada di TPS3R. Untuk itu akan segera kami keluarkan dari bak penampungan supaya cepat kering dan tidak berbau lagi, “tegasnya.

“Perkiraan kompos yang akan kami panen setelah diayak dan dikemas mencapai 3 hingga 4 ton, supaya bak penampung bisa segera diisi kembali dengan sampah organik yang telah dipilah. Selama ini sampah organik selesai dipilah hanya dikeluarkan dan ditaruh disebelah selatan TPS3R tanpa ada penanganan lagi, “pungkas Hermawan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *