Kota Batu_Pintubatunews.com _ Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) di Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu dibentuk ditingkatan RW, KSM tingkat Desa belum ada.
Ada beberapa permasalahan yang ada di rumah kompos TPS3R Desa Sumberbrantas antara lain:
- Masih kurangnya kesadaran warga melakukan pemilahan sampah dimulai dari rumah;
- Beberapa petugas yang mengangkut sampah dari rumah warga, saat tiba di TPS3R setelah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, masih banyak yang belum mau membantu memasukkan sampah organik yang sudah dipilah ke dalam rumah kompos;
- Banyak warga yang membuang sampah pada sore hari langsung dibuang di depan rumah kompos dengan kondisi sampah organik masih bercampur dengan sampah anorganik;
- Saluran air yang menuju rumah kompos masih mati;
- Petugas di TPS3R hanya satu orang, sehingga kesulitan untuk mengelola sampah organik baik yang di dalam rumah kompos maupun yang ada di depan rumah kompos;
- Sampah yang dikelola di TPS3R Desa Sumberbrantas merupakan sampah satu desa, tetapi belum ada koordinator/Ketua TPS3R tingkatan desa.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut Pendamping TPS3R Desa Sumberbrantas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Riadi bersama Tim Praktisi Selaku Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan Kota Batu Arif berusaha menemui Kepala Desa Sumberbrantas Saniman. Pertemuan diadakan di ruang Kantor Kepala Desa Sumberbrantas Senin (8/6/2026), yang didampingi oleh salah seorang perangkat desa Plt Kaur Kesra Desa Sumberbrantas Sugianto.

Sugianto menuturkan, “Untuk KSM yang mau memasukkan sampah organik kerumah kompos itu hanya tim dari Dusun Lemah Duwur saja. Sedangkan permasalahan air khusus ke TPS3R seharusnya sudah mengalir, pernah saya sampaikan kepada Pak Abdul Khafid kalau air yang ada itu haknya TPS3R bukan haknya KDMP (Koperasi Desa Merah Putih). Seharusnya pipa saluran air kalau mati diperiksa hilangnya air itu kemana, ternyata Pak Dul kekurangan tenaga kerja karena bekerja sendirian sehingga tidak ada waktu untuk memeriksa saluran air.”
“Untuk iuran sampah dari warga di Dusun Lemah Putih dari iuran Rp 15.000,- yang menarik iuran sampah karang taruna dan masuk kasnya Rp 5.000,-, “tegasnya
Menanggapi permasalahan yang ada di TPS3R dan di rumah kompos Kepala Desa Sumberbrantas Saniman menyampaikan,”Rencananya KSM tingkat RW itu akan kita kumpulkan semua untuk mencari solusinya. Selama ini Pak Abdul Khafid mendapatkan insentif dari Pemerintah Desa setiap bulan Rp 1.500.000,-.”
“Langkah kita nanti mengumpulkan KSM lalu dibuat kesepakatan yang bekerja di TPS3R itu berapa orang dan digaji berapa dari iuran sampah warga. Saya juga menyayangkan kesadaran warga melakukan pilah sampah dari rumah masih sangat kurang,”pungkas Saniman.












