Unit Pengolahan Sampah Mandiri Paroki Gembala Baik Kota Batu, Pemilahan Sampah Harus Diselesaikan Setiap Hari

Foto Pendamping Unit Pengolahan Sampah Mandiri di Paroki Gembala Baik Kota Batu S. Catur Wicaksono.

Kota Batu_Pintubatunews.com _ Unit Pengolahan Sampah Mandiri di Paroki Gembala Baik Kota Batu, sudah melakukan proses pemilahan sampah secara mandiri. Unit Pengolahan Sampah Mandiri adalah fasilitas atau sistem pengelolaan limbah berskala lokal (yaitu sekolah, atau kampus) yang dirancang untuk menyelesaikan masalah sampah langsung dari sumbernya tanpa bergantung pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pendamping Unit Pengolahan Sampah Mandiri di Paroki Gembala Baik Kota Batu S. Catur Wicaksono saat ditemui Selasa, (30/6/2026) menuturkan, “Unit Pengolahan Sampah Mandiri ini untuk mengelola sampah disekitar Gereja Paroki Gembala Baik Batu, SMAK Yos Sudarso, SMPK Widyatama, SDK Sang Timur, Asrama Putra SMAK Yos Sudarso, dan Gedung Simon Stock Kota Batu. Sampah yang berasal dari lokasi tersebut langsung dibawa ke tempat ini yang wajib sudah terpilah masing-masing sesuai jenisnya. Terpilahnya menjadi 4 macam yaitu organiknya ada 2 macam terdiri dari sampah daun dan sampah sisa makanan dan non makanan. Yang ketiga sampah residu dan ke empat sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).”

Foto Petugas Pengolahan Sampah Mandiri Paroki Gembala Baik Hendra saat melakukan proses pencacahan sampah daun dan ranting.

“Kami mewajibkan sejak dari lokasi masing-masing sudah harus terpilah sesuai keempat jenisnya, supaya petugas di tempat sumber sampah akan memasukkan sesuai dengan alat yang sudah disediakan. Sehingga petugas lebih mudah dalam mengelola sampah. Petugas di unit pengolah sampah mandiri ini hanya ada 1 orang saja. Yang tugasnya hanya mengelola sampah daur ulang, mencacah sampah daun dengan mesin pencacah yang langsung dimasukkan di tempat pengolahan sampah organik dengan sistem juglangan (membuat galian dalam tanah) yang tersedia ada 3 juglangan. Karena beban terberat dalam pengolahan sampah mandiri ini di pemilahannya, “tegas S. Catur Wicaksono.

Petugas Pengolahan Sampah Mandiri Paroki Gembala Baik Hendra menambahkan, “Saya mulai bekerja disini sudah hampir 1 tahun, dan bekerja mulai jam 07.00 sd 12.00 wib. Banyaknya sampah yang diolah tergantung event yang ada. Kalau selama liburan sekolah ini sampah yang ada lumayan sedikit, untuk hari Minggu ada acara di camping ground, dan acara di Gedung Simon Stock rata-rata per hari sampah yang dikelola sebanyak 100 kg lebih.”

“Sedangkan pada saat hari masuk Sekolah, sampah yang kita pilah disini rata-rata mencapai 50 kg. Proses pemilahan sampah yang ada harus dilakukan pemilahan sesuai tempatnya yang sudah disediakan dan setiap hari pemilahan harus selesai. Kalau sampah yang ada jumlahnya banyak, biasanya kita langsung melakukan kerja lembur, “pungkas Hendra.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *