Dorong Pilah Sampah Dari Rumah TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo, Siapkan Galon Bekas Khusus Sampah Organik

Foto Ketua KSM TPS3R Desa Oro Oro Ombo Titik Setyawati memperlihatkan galon khusus sampah organik

Kota Batu_Pintubatunews.com _Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu, berusaha mengoptimalkan pengelolaan rumah kompos. Sel 1 rumah kompos yang mulai diisi sampah organik sejak 3-2-2026, sudah siap dipanen. Sementara sudah dikeluarkan  dari sel, ditempatkan dihalaman sebelah timur rumah kompos. Untuk menunggu proses pencacahan dan pengayakan serta pengemasan.

Selanjutnya sampah organik yang akan diambil dari rumah warga akan disediakan tempat penampungan khusus dari galon bekas Le Minerale adalah langkah tepat untuk mendaur ulang plastik tebal menjadi wadah kompos yang kokoh.

Ketua KSM TPS3R Desa Oro Oro Ombo Titik Setyawati saat ditemui di hanggar TPS3R Senin (26/5/2026) menuturkan, “Tim daur ulang TPS3R sejumlah 3 orang mengubah galon bekas minuman dengan cara dipotong bagian atasnya yang digunakan sebagai penutup, lalu di cat dan diberi label sampah organik. Sementara kami beri cat warna merah dulu sebagai uji coba untuk satu RW.”

Tanaman cabai rawit yang menggunakan pupuk organik di TPS3R Jalibar Berseri

“Harapan kami semua nasabah TPS3R nanti akan kami berikan tempat ini, karena tidak beli dan hanya mendaur ulang (reuse) atau memakai kembali. Kalau nanti semua nasabah TPS3R punya tempat ini, saat petugas yang melakukan pengambilan akan diambil dituangkan ditong ukuran besar. Sehingga akan lebih memudahkan pengelolaan sampah organik di TPS3R. Yang sudah berjalan di rest area Jalibar. Untuk minggu ini akan segera didistribusikan ke RW 5 sejumlah 50 galon modifikasi ini yang nantinya akan dipergunakan untuk 50 rumah, “jelasnya.

“TPS3R akan bekerjasama dengan Bank Sampah, kami akan menjadi narasumber untuk menjelaskan cara membuat gallon sampah organik ini. Selanjutnya diharapkan di semua RW, nasabah TPS3R punya gallon yang nantinya ditulis sampah organik disesuaikan dengan lokasi RW dan dibedakan warnanya. Ke depan dari TPS3R akan melakukan penilaian, RW mana yang pemilahan sampah organik berhasil dilakukan warganya dari TPS3R akan memberikan reward misalnya kita berikan hadiah berupa pupuk kompos. Kami juga membuat percontohan penggunaan sampah organik untuk bertanaman cabai rawit di halaman TPS3R ini dan pagi tadi laku per kg Rp 60.000,-, “pungkas Titik Setyawati dengan rasa bangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *