TPS3R Desa Sumbergondo Gelar Acara Panen Dan Membuat Lagi Eco Enzyme

Foto bersama usai panen eco enzyme

Kota Batu_Pintubatunews.com _ Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rejeki Barokah Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu adakan kegiatan panen eco enzyme sekaligus membuat eco enzyme lagi.

Cara memanen eco enzyme mereka lakukan dengan menyaring cairan fermentasi untuk memisahkannya dari ampas organik setelah masa inkubasi selesai. Proses fermentasi ini umumnya membutuhkan waktu minimal 90 hari atau 3 bulan. Eco enzyme yang berhasil dipanen dengan ciri-ciri bau/aroma asam segar khas fermentasi atau menyerupai bau tape/cuka.

Proses penyaringan dan pemisahan yaitu tutup wadah fermentasi eco enzyme dibuka secara perlahan. Ambil lapisan atas jika ada, jika terdapat lapisan putih di permukaan (sering disebut jamur putih atau Pitera), bisa mengambilnya secara terpisah karena lapisan ini berkhasiat untuk perawatan kulit. Tuang dan saring, tuangkan cairan eco enzyme dari wadah fermentasi ke dalam baskom melalui saringan. Peras ampas, tekan atau peras ampas organik secara perlahan menggunakan kain saring agar seluruh sisa cairan keluar maksimal.

Foto memasukkan hasil panen eci enzyme ke dalam galon

Pengemasan dan penyimpanan, masukkan ke botol, alirkan cairan jernih hasil saringan ke dalam botol kecil atau sedang menggunakan corong. Beri ruang udara jangan mengisi botol hingga terlalu penuh, sisakan sedikit ruang udara di bagian atas botol. Tutup rapat, pasang tutup botol dengan kencang agar tidak terkontaminasi udara luar. Simpan di tempat ideal yaitu taruh botol di area yang teduh, sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Cairan eco enzyme murni ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Rejeki Barokah Juma’ati saat ditemui di TPS3R Dusun Segundu Rabu (20/5/2026) menyampaikan,”Eco enzyme yang kami panen hari ini setelah difermentasi selama 90 hari sejumlah 125 ltr. Rencananya akan kami pakai untuk di TPS3R ini sendiri antara lain untuk proses fermentasi sampah organik di rumah kompos. Juga untuk dipakai diternak ayam, entog, fermentasi sisa makanan untuk pakan maggot dan penyemprotan dilokasi TPS3R ini, selain untuk mengurangi lalat juga dapat mengurangi bau yang tidak sedap.”

Foto proses pemotongan bahan organik.

“Apabila PKK Desa Sumbergondo maupun ibu-ibu dari Bank Sampah membutuhkan eco enzyme tentunya akan kami berikan. Untuk pembuatan eco enzyme yang baru menggunakan bahan organik antara lain lobak, pepaya, jeruk, labu siam, lidah buaya, kulit apel dan wortel sejumlah 37.5 kg.Yang akan difermentasi selama 3 bulan dan volume eco enzyme yang kami buat sore ini juga sejumlah 125 ltr,”jelas Juma’ati.

Pemanenan dan pembuatan eco enzyme ini diikuti oleh tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan pendukung pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu divisi eco enzyme Gung Endah dan Suprapti Kanti. Dari DLH tampak hadir Gatot Susanto, Soleh, Iin dan Ken. Juga diikuti oleh perwakilan PKK Kecamatan Bumiaji, KSM TPS3R, Bank Sampah dan relawan eco enzyme Desa Sumbergondo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *