Timbulan Sampah Di Desa Tulungrejo Mengalami Peningkatan, Kepala Desa Tulungrejo Ajak Pemilahan Sampah Dimulai Dari Rumah

Foto Kepala Desa Tulungrejo bertemu anggota tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan Kota Batu Supradi dan Rochim Nursoleh .

Kota Batu_Pintubatunews.com – Volume timbulan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada awal Januari 2026 lalu sempat berkurang, dengan kehadiran anggota Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) yang sempat membantu penyelesaiannya. Peningkatan volume timbulan sampah di TPS3R Dusun Junggo saat ini yang juga masih belum terpilah di TPS3R antara sampah organik dengan anorganik secara keseluruhan. Diduga semenjak destinasi Wisata Mikutopia mulai melakukan uji coba operasional pada 14 Maret 2026, sampah yang dihasilkan juga dibawa ke TPS3R ini.

Foto anggota tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan Kota Batu Supradi dan Rochim Nursoleh di TPS3R Dusun Junggo.

Hasil kunjungan lapangan dilakukan oleh anggota tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan Kota Batu Supradi dan Rochim Nursoleh pada saat melakukan kunjungan ke TPS3R Dusun Junggo Minggu (26/4/2026) ditemukan fakta, akibat peningkatan volume sampah yang belum sempat dilakukan pemilahan sampah organik dengan anorganik dan untuk mengurangi tumpukan timbulan sampah tersebut akhirnya dilakukan pembakaran.

Kedua anggota tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan, melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Tulungrejo Suliono yang diterima dirumahnya di RT 04 RW 10 Dusun Junggo Desa Tulungrejo. Kepala Desa Tulungrejo tidak membantah penambahan volume sampah di TPS3R Dusun Junggo, karena sampah yang dihasilkan destinasi Wisata Mikutopia yang juga dibawa ke TPS3R ini.

“Saat ini untuk sampah memang menjadi tanggung jawab kami Pemerintah Desa, oleh sebab itu saya minta gotong royongnya baik dari Ketua RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat semuanya terutama ibu-ibu mari kita lakukan pemilahan dimulai dari rumah terlebih dulu. Intinya untuk memperingan pekerjaan yang ada di TPS3R. Sebelum kita memiliki teknologi pengelolaan sampah yang lebih bagus,”harapnya.

Foto timbulan sampah di TPS3R Dusun Junggo saat ini

“Sekarang pemilahan sampah dilakukan dengan alat sederhana, kita kompos, kita bakar sebenarnya tujuannya khan pengolahan sampah. Pada dasarnya khan bisa untuk hal lain salah satunya untuk pupuk kompos. Sampah plastik hasil pemilahan kalau yang masih ada nilainya tentunya ya dijual. Untuk mengatasinya ya lebih disiplin melakukan gerakan pilah sampah dimulai dari hulu yaitu setiap rumah tangga,”tambahnya.

“Karena Desa Tulungrejo banyak tamu, sehingga sampah ini menjadi problem baru pada saat weekday sampahnya sampai 5ton tetapi saat weekend antara 7 sampai 8ton perhari. Karena jumlah wisatawan yang datang ke Desa Tulungrejo ribuan setiap hari itu tidak bisa dipungkiri. Namanya sampah itu juga sebuah berkah, tetapi maaf pemerintah desa juga belum bisa menyiapkan untuk persampahan ini pemrosesan yang lebih ideal. Pada saat ini kami juga masih berusaha, dalam proses untuk menyelesaikan sampah di Desa kita ini dan mohon dukungan dari semua pihak, “pungkas Suliono.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *