Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos di Kota Batu merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani sampah organik langsung dari sumbernya di tingkat desa dan kelurahan. Program ini bertujuan mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengubah sisa makanan dan dedaunan menjadi pupuk organik.
Kepala Dusun Pandan Desa Pandanrejo Nanang di TPS3R Pandan Sabtu (21/2/2026) menuturkan, “Saat ini rumah kompos di Dusun Pandan pembangunannya telah selesai dan siap untuk dipergunakan menampung sampah organik. Di Desa Pandanrejo untuk rumah kompos yang berada di Dusun Ngujung sudah ada sendiri beserta TPS3Rnya, selanjutnya nanti rumah kompos yang baru selesai dibangun di Dusun Pandan ini akan dipakai bersama-sama dengan Dusun Dadapan dan Dusun Kajar. Jumlah warga yang dilayani pengambilan sampahnya sejumlah 450an rumah di Dusun Pandan ini.”

“Masalah utama di Kota Batu saat ini dan kedepannya adalah persoalan sampah, merupakan persoalan nomor satu yang harus diselesaikan. Setelah berdirinya rumah kompos saya mengharapkan semua alat penunjang yang dibutuhkan dalam rumah kompos itu juga segera disediakan. Seperti garpu tanah, sekop, mesin pencacah sampah organik, mesin pengayak kompos, mesin pengering kompos, mesin pengemas/packing untuk kompos yang sudah jadi, dan sprayer penyemprot untuk menyemprot sampah organik yang baru dating, “tegasnya.
“Terus terang dengan kondisi masalah sampah melepaskan ke pemerintah desa yang akhirnya pihak desa melepaskan ke pihak dusun, otomatis kalau sarana dan prasarana tidak dilengkapi mungkin akan sulit beroperasi secara normal. Selama ini kita hanya melakukan pemilahan, setelah itu sampah organiknya hanya ditaruh dijuglangan (lubang tanah). Saat ini prakteknya bisa mengatasi sampah di dusun Pandan ini, kampungnya terlihat bersih. Tetapi secara teorinya sampah organik tidak habis karena hanya ditaruh saja tanpa ada pengolahan lebih lanjut, “tambahnya.
“Saya berencana mengadakan musyawarah dengan warga untuk sampah basah/organik dikumpulkan dalam satu kaleng/tong kecil, nanti Pak RT dan Pak RW yang mau mengambil memakai Motor Tossa juga menggunakan tong yang lebih besar, sehingga di TPS3R sudah tidak ada lagi pemilahan sampah organik anorganik lagi, “pungkas Nanang mengakhiri penjelasannya.












