Kota Batu_Pintubatunews.com – Praktisi Heru Sutono warga Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo Kota Batu dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Restu Bumi Organik yang bergerak di bidang pertaniaan organik binaan Kementerian Pertanian. Mengkritisi pengelolaan rumah kompos di Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu.

Pada saat ditemui di rumah kompos TPS3R Desa Oro Oro Ombo Rabu (22/4/2026) menyampaikan, “Sebagaimana harapan Bu Titik Setyawati Ketua TPS3R Desa Oro Oro Ombo supaya air lindi ini bisa dijadikan pupuk organic cair (POC), kalau tanpa terkelola akan banyak bakteri yang merugikan. Maka saran saya untuk pengelolaan rumah kompos ini agar ditutup dengan terpal, untuk mengurangi perkembang biakan lalat. Karena lalat nanti akan terbang keluar dan bisa masuk ke rumah warga, untungnya di TPS3R ini jauh dari pemukiman. Perkembangannya sampah ini pasti didatangi lalat, lalu bertelur. Telur menetas menjadi larva putih kecil dalam 8-24 jam. Belatung memakan bahan organik di sekitarnya selama 4-18 hari untuk tumbuh, lalu menjadi lalat lagi. Kalau ditutup menggunakan terpal, lalat akan berkurang, juga mengurangi bau. Dibutuhkan juga kelembaban udara untuk proses fermentasi sampah organik ini menjadi kompos akan lebih cepat.”
“Sampah organik di rumah kompos ini kalau bisa dicacah terlebih dulu sebelum masuk rumah kompos, tapi bisa juga setelah tiga minggu atau satu bulan sudah bisa langsung dicacah. Kalau bisa lantainya diberikan alas kayu atau bambu, kalau alasnya pakai lantai semen atau menggunakan lantai keramik akan menjadi kendala, air lindinya tidak bisa mengalir, “jelasnya.

“Apalagi kalau ditambahkan dengan eco enzyme, EM4 atau jenis pengurai lainnya, pengurai atau mikroba itu makhluk hidup yang butuh makan. Jadi mereka harus diberi makanan untuk bekerja, mengurai khan bekerja untuk itu mereka harus makan. Jadi makanan mereka ya mollase. Idealnya untuk penyemprotan penggunaan sprayer electric yang kapasitasnya 16 ltr dicampur dengan pengurai eco enzyme atau EM4 bisa 40 sampai 50 ml, sedangkan mollasenya maksimal 200 ml. Mikroorganisme ini semakin berkembang cepat, akan lebih cepat melakukan pembusukan sampah organik dan akan lebih sempurna, “pungkas Heru Sutono.













