Malang Strudel & Farm Mojorejo, Mengolah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

Foto bersama setelah pembuatan eco enzyme

Kota Batu_Pintubatunews.com_ Setelah manajemen Malang Strudel & Farm Mojorejo mengikuti kegiatan panen dan pembuatan kembali eco enzyme di tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Dusun Kajang Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu pada Kamis, (23/7/2026) lalu. Manajemen Malang Strudel & Farm Mojorejo akhirnya mengundang tim praktisi pendamping percepatan pengelolaan persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu divisi eco enzyme pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan pembuatan tersebut dilakukan di halaman belakang Malang Strudel & Farm Mojorejo yang berlokasi di Jl. Ir. Soekarno No. 144, RW 3 Dusun Kajang Desa Mojorejo.

Foto Gung Endah saat presentasi.

Selain dihadiri divisi eco enzyme yaitu Gung Endah dan Suprapti Kanti Mulyati juga diikuti oleh karyawan Malang Strudel & Farm, mahasiswa magang 2 orang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan 1 orang dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB). Juga diikuti relawan eco enzyme dari RW 3 Dusun Kajang Desa Mojorejo.

Pembuatan eco enzyme di Malang Strudel & Farm sebanyak 3 tong dengan kapasitas @ 150 ltr. Setiap tong di isi dengan air 105 ltr, bahan organik 31,5 kg dan molase 10,5 kg jadi total pembuatan 315 ltr

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan mencuci bahan organik yang ada terdiri dari kulit pisang, kulit apel, kulit melon, kulit semangka, kulit nanas, kulit jeruk, kulit jambu kristal, dan pepaya. Dilanjutkan presentasi Gung Endah yang juga koordinator eco enzyme Kota Batu dengan judul eco enzyme menjaga bumi. Yang menjelaskan apa itu eco enzyme, manfaat eco enzyme dan proses pembuatannya.

Foto bahan organik yang digunakan.

“Yang terpenting rumus dasar pembuatan eco enzyme adalah 1:3:10, yaitu perbandingan berat untuk 1 bagian mollase, 3 bagian bahan organik kulit buah dan 10 bagian air. Gunakan bahan-bahan alami dan pastikan sisa buah yang digunakan tidak berlemak, tidak busuk, dan bukan dari sisa masakan yang berminyak. Alat yang digunakan berupa wadah plastik. Gunakan drum, jerigen atau toples plastik bermulut lebar, hindari wadah berbahan kaca atau logam karena dapat meledak atau bereaksi dengan cairan fermentasi, “tutur Gung Endah.

Foto General Manajer Malang Strudel & Farm Mojorejo Gunarianto sampaikan sambutan.

General Manajer Malang Strudel & Farm Mojorejo Gunarianto juga menyampaikan, “Kami sampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada  tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu divisi eco enzyme serta relawan eco enzyme yang turut hadir. Mewakili owner yang tidak bisa hadir, menyampaikan salah satu cita-cita beliau yaitu memberikan manfaat pada seluruh masyarakat. Salah satu produk olahan makanan kami mengandung limbah kulit pisang, kulit apel perlu kita olah. Alhamdulilah bisa bertemu dengan Bu Gung Endah, Bu Suprapti Kanti, Ketua RW 3 Desa Mojorejo dan Bu RW 3 yang juga relawan eco enzyme. Hari ini merupakan hari yang bersejarah titik awal pembuatan eco enzyme dan 3 bulan lagi kami bisa menghasilkan eco enzyme.”

“Pembuatan eco enzyme ini merupakan upaya kami untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPS3R di Dusun Kajang Desa Mojorejo, yang kedua kami bisa mengolah sampah kami dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat seperti eco enzyme ini. Juga bisa mencegah global warming dan manfaat dari eco enzyme dalam industri kami seperti pemupukan lahan kami yang luas 4.000 meter persegi yang harus kami siram, kami pupuk dan juga bisa kami gunakan untuk kegiatan produksi, “pungkas Gunarianto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *