Kota Batu_Pintubatunews.com_ Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu Jawa Timur saat ini telah didatangi beberapa mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan program mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral dalam kurun waktu tertentu.
KKN dari Universitas Negeri Malang (UM) telah mulai sejak bulan Mei termasuk survei lokasi berakhirnya hingga (26/7/2026) dari kampus namun mereka rencananya sampai (30/7/2026).

Salah satu mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) Dinnys Eka Wisesa yang mengikuti kegiatan pembuatan eco enzyme di tempat pengelolaan sampah-Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Krajan Desa Sidomulyo Kamis (16/7/2026) menuturkan, “Desa Sidomulyo saat ini kedatangan mahasiswa KKN dari 3 perguruan tinggi yaitu dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Untuk fokus KKN, sebenarnya kami lebih fokus ke pemetaan, outputnya menjadi peta infrastruktur dan peta mitigasi bencana. Karena kami dari departemen sipil, fokus ke infrastruktur dan lingkungan sebab kami prodi Teknik Lingkungan.”
“Sedangkan yang ikut kegiatan pembuatan eco enzyme ini mahasiswa UM dan UIN. Kami mahasiswa UM kurang lebih 15 orang yang terbagi 2 kelompok, ada yang mengikuti kegiatan di Kantor Desa Sidomulyo dan ada yang di TPS3R sini ada 10 orang. Antara lain saya sendiri Dinnys Eka Wisesa, Salwa Ninof, Mohammad Palwa Priya Rajendra, Dimas Bayu Pratama, Fabianus Valdiandaru, Faiq Fathan Zharif, Mei Dwi Kartika Sari, Biru Langit Zahara, Yudika Pratama dan Zicko Maulana Muchtar, “jelasnya.
“Desa Sidomulyo merupakan daerah pertanian dan perkebunan dengan adanya pelatihan eco enzyme bisa memberikan ilmu yang lebih baik dan bisa memperbaiki kualitas lingkungan. Karena eco enzyme merupakan bioaktivator alami sehingga bagus untuk memperbaiki lingkungan dibandingkan menggunakan bahan-bahan kimia. Kegiatan pembuatan eco enzyme ini berhasil membuktikan bahwa limbah organik yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa disulap menjadi cairan serbaguna yang kaya manfaat. Proses pembuatannya pun ternyata sangat sederhana dan praktis, sehingga mudah untuk dipraktikkan secara mandiri di rumah, “tambahnya.

“Secara keseluruhan, acara ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah langkah nyata yang sukses membangun kesadaran bersama untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan mulai dari dapur sendiri. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan, serta manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara luas, “pungkas Dinnys Eka Wisesa.












