Berita  

Mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya, Kenalkan Benih Jagung Dan Cara Pembuatan Benih F1 Kepada Kelompok Masyarakat Petani Di Desa Mojorejo

Foto bersama usai acara

Kota Batu_Pintubatunews.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya (UB) dari Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) menggelar kegiatan edukasi pertanian bertajuk Pengenalan Benih Jagung Ungu dan Sosialisasi pembuatan Benih F1 bagimasyarakat Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Yang dilaksanakan pada Selasa, (28/7/ 2026), bertempat di Agkringan Pinaringan, Desa Mojorejo.

Kegiatan ditujukan pada kelompok masyarakat yang aktif dalam sektor pertanian, yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Mojorejo. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi dan meningkatkan wawasan masyarakat mengenai aspek perbenihan tanaman.

Ada dua materi utama disampaikan oleh narasumber dari lingkungan FBiPK UB. Materi pertama berupa pengenalan benih jagung ketan yang disampaikan oleh Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D. Materi ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta mengenai benih jagung ketan, karakteristiknya, serta pengetahuan dasar yang berkaitan dengan penggunaannya dalam kegiatan budidaya tanaman.

Untuk materi pengenalan benih F1 disampaikan oleh Deanova Abdillah. Melalui materi ini, peserta diperkenalkan pada konsep benih F1 dan proses dasar pembentukannya melalui persilangan tanaman. Pengenalan mengenai benih F1 diharapkan dapat menambah pemahaman kelompok tani mengenai perbenihan dan proses pengembangan tanaman yang dapat mendukung kegiatan budidaya pertanian.

Ketua Gapoktan Desa Mojorejo Afan menyampaikan bahwa kegiatan pengenalan benih dan benih F1 mendapat sambutan positif dari kelompok tani. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan permasalahan yang selama ini dihadapi petani, khususnya terkait upaya untuk dapat memproduksi atau menyediakan benih secara mandiri.

“Kami sangat menyambut gembira kegiatan ini. Materi yang disampaikan merupakan salah satu permasalahan yang selama ini kami hadapi. Petani ingin bisa membuat atau memproduksi benih sendiri, tetapi sampai saat ini hal tersebut masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Dengan adanya sosialisasi dan penyuluhan dari mahasiswa dan tim, ini merupakan hal yang luar biasa. Insyaallah, kegiatan ini bisa menjadi awal bagi kami untuk terus belajar dan berusaha mengembangkan pengetahuan tersebut. Kami berharap akan ada terobosan-terobosan seperti ini sehingga ke depan dapat menjadi solusi bersama bagi petani,” ujar Afan.

Foto narasumber Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D

Pengenalan mengenai benih menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sektor pertanian. Pengetahuan mengenai karakteristik benih, proses pembentukan, serta pemilihan benih yang sesuai dengan kebutuhan budidaya dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman terhadap proses produksi tanaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UB berupaya membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Keterlibatan Gapoktan, Poktan, dan KWT diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat dibagikan kepada kelompok dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan perbenihan. Interaksi antara peserta dan narasumber diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai kondisi pertanian di Desa Mojorejo sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan yang relevan bagi petani dan kelompok tani.

Sementara itu, Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D. menyampaikan, “Banyaknya peserta yang hadir dan aktif berdiskusi menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap materi yang disampaikan. Saya sangat terkesan dengan adanya program ini. Banyak warga yang antusias hadir dan sangat bersemangat mengikuti pertemuan. Banyak sekali pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan materi yang diberikan. Di akhir kegiatan, kami juga melakukan pemberian benih dan pestisida hayati. Semoga materi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi masyarakat Desa Mojorejo.”

“Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi di bidang pertanian. Sebagai mahasiswa dari bidang bioindustri pertanian dan kehutanan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam konteks nyata di tengah masyarakat. Pengenalan benih jagung ketan dan benih F1 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi masyarakat Desa Mojorejo mengenai perbenihan. Dengan bertambahnya wawasan mengenai benih, kelompok tani diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih luas untuk mendukung kegiatan budidaya serta dapat mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian, “ujarnya.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat, “tambahnya.

“Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UB, akademisi, dan kelompok tani, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Mojorejo. Ke depan, kegiatan edukasi serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertanian yang berbasis pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan, ” pungkas Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *