Kota Batu_Pintubatunews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu ajak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu Kota Batu untuk studi banding pengelolaan sampah ke TPS3R Desa Sumbergondo dan ke Desa Mojorejo. Dari DLH tampak hadir Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Kota Batu Taufan Bayu Setiawan dan Eni Maulidiyah Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan. Kunjungan dimulai ke TPS3R Desa Sumbergondo dilanjutkan ke TPS3R Desa Mojorejo.
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH Eni Maulidiyah pada saat ditemui di TPS3R Desa Sumbergondo Selasa, (5/5/2026) menyampaikan, “Rombongan studi banding ini terdiri dari pengurus KSM TPS3R Kelurahan Songgokerto, 2 orang perwakilan perangkat kelurahan, 4 orang ibu-ibu kader Bank Sampah serta 4 orang bapak-bapak perwakilan Ketua RT dan Ketua RW. Juga menghadirkan teman-teman Pendamping TPS3R dari DLH, karena mereka biasa mendampingi setiap TPS3R masing-masing desa.”
“Dengan tujuan agar KSM TPS3R Kelurahan Songgokerto untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kelurahan Songgokerto dengan meniru atau memodifikasi praktik terbaik dari tempat lain. Sedangkan Pendamping TPS3R untuk memberikan gambaran kepada mereka supaya di masing-masing TPS3R dampingannya bisa belajar dari Desa Sumbergondo dan Desa Mojorejo. Mungkin yang belum punya pengelolaan maggot bisa mengetahui bagaimana caranya, juga untuk beternak unggas dan ikan lele,”tegasnya.

“Kita ingin TPS3R yang ada di Dusun/Lingkungan Tambuh yang sudah kita bangunkan pada tahun 2024 itu bisa beroperasi, karena beberapa gambaran bagaimana pengelolaan TPS3R itu secara teori sudah kita sampaikan. Hari ini kita ingin melihat ke dua lokasi yang sudah mengoperasikan TPS3R nya yaitu Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji dan Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo. Di kedua tempat ini sudah ada pengelolaan, baik itu pemilahan sampah, pengomposan di rumah kompos maupun pengelolaan lain seperti untuk ternak maggot, ternak entog, ternak ayam dan ternak ikan lele, “tambahnya.
“Diharapkan pengelolaan sampah nantinya segera diaktifkan kembali di Kelurahan Songgokerto karena mereka sudah memperdalam wawasan mengenai sistem pengelolaan sampah yang efektif, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan akhir. Memperkuat kapasitas teknis dan manajerial pengelola KSM, sehingga pengurus dapat mengelola TPS3R dengan lebih profesional dan efisien, “pungkas Eni Maulidiyah.












