Kota Batu_Pintubatunews.com – Kolaborasi pengurus bank sampah Desa Gunungsari dan bank sampah Dusun Jantur membuat eco enzyme di TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Dusun Jantur Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada Jum’at (10/4/2026) diikuti oleh 8 orang pengurus Bank Sampah, dan 7 orang relawan eco enzyme Desa Gunungsari. Kegiatan didampingi oleh Gung Endah praktisi eco enzyme yang juga selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan tim pendukung pada DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Batu.
Gung Endah menyambut baik antusias ibu-ibu pengurus Bank Sampah Dusun Jantur dan para relawan eco enzyme Desa Gunungsari yang sejak pagi melakukan persiapan tempat dan bahannya.

Ketua Bank Sampah Dusun Jantur Anis Musaikah saat ditemui Jum’at pagi (10/4/2026) menyampaikan, “Pembuatan eco enzyme sudah sering kami lakukan mulai tingkat RW hingga tingkat Desa. Tetapi pembuatan di TPS3R Dusun Jantur baru pertama kali ini.”
“Untuk pelatihan sudah mengikuti 3 kali yang pertama di rumah Bu Gung Endah, mengadakan pelatihan sendiri tingkat RW, pertemuan PKK dan di rumah Bu Ikrima koordinator Bank Sampah tingkat Desa. Di Desa Gunungsari warganya banyak yang beternak sapi, sehingga pemanfaatan eco enzyme biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit mulut dan kuku (PMK), juga disemprotkan dikandang untuk menjaga kesehatan sapi, “tegas Anis Musaikah.
Koordinator bank sampah yang juga relawan eco enzyme Ikrima Andriani menambahkan, “Pembuatan eco enzyme hari ini sebanyak 2 tong atau setara 160 Ltr. Kami sudah sering membuat eco enzyme di rumah saya. Saat ini masih ada stock 200 ltr di tong besar yang dari DLH. Biasanya saya bagikan kepada mereka yang membutuhkan dari dusun-dusun dan dari desa lainnya. Untuk pembuatan 2 tong hari ini rencananya akan dipakai di rumah kompos yang berada di TPS3R Dusun Jantur ini, artinya untuk persediaan saat rumah kompos mulai difungsikan. Sedangkan untuk anggota Bank Sampah yang membutuhkan bisa mengambil di rumah saya.”
“Bahan organik yang dipergunakan berasal dari anggota bank sampah sendiri, yang sebelumnya kita umumkan digrup WhatshApp. Tadi sudah ada yang membawa kulit pisang, kulit semangka, kulit jeruk dibawakan Bu Gung katanya dari Alun-Alun, sayur wortel kita minta dari pedagang pengepul wortel, kulit terong dan kulit buah naga. “pungkas Ikrima Andriani.













