Berita  

KKN Fakultas Industri Pertanian dan Kehutanan UB Di Desa Mojorejo, Turut Mensosialisasikan Pemanfaatan Sampah Organik

Foto bersama selesai pembuatan eco enzyme

Kota Batu_Pintubatunews.com_Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (UB) Malang bertempat di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Pada Kamis, (23/7/2026) mengikuti praktik panen dan pembuatan eco enzyme kembali yang diadakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) bertempat di  TPS3R Dusun Kajang Desa Mojorejo.

Perwakilan mahasiswa KKN dari Fakultas Industri Pertanian dan Kehutanan UB Angkatan 24 Akhmad Arrofi S usai mengikuti panen eco enzyme menyampaikan, “Kami sejumlah 12 orang yang sedang KKN mengikuti pembuatan eco enzyme ini secara langsung. Sebelumnya kami mengikuti pelatihan secara online dari UB sendiri, namun untuk prakteknya kami ada program kerja pengenalan eco enzyme di ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di RW 1 Desa Mojorejo.”

Foto bersama-sama.

“Dengan mengikuti kegiatan panen dan membuat lagi eco enzyme ini, kami bisa mendapatkan ilmu secara langsung yang bisa kami serap. Kegiatan ini kesannya seru dan tentunya kami mendapatkan pengalaman baru, “tuturnya.

“Semoga warga Desa Mojorejo ini ke depannya bisa lebih memanfaatkan sampah organik dari rumah tangga untuk dibuat eco enzyme, kompos atau untuk pupuk organik cair sehingga bisa berdampak ke kebersihan lingkungan di Desa Mojorejo. Sehingga bisa menambah nilai dari limbah menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat, “tambahnya.

“Kami bergerak di masyarakat dengan berdiskusi  dan edukasi.  Contohnya di KWT RW 1 dengan membuat tong decomposer skala rumah tangga yang dibuat dari ember bekas atau dari galon bekas air mineral. Yang nantinya menghasilkan dua manfaat, bagian atas menghasilkan kompos dan yang bagian bawah menghasilkan pupuk organiK cair (POC). Sampah organik yang sudah kita olah menjadi kompos dan POC tentunya akan ramah lingkungan. Kami juga memperkenalkan media tanam yang baru selain polybag dengan vertical planter yaitu sistem tanam yang disusun secara bertingkat atau vertikal ke atas. Sudah kami sosialisasikan dan sudah dipasang di kebun KWT  RW 2 sebanyak 10 buah, juga ada bantuan benih serta polybag kecil, “ pungkas Akhmad Arrofi S.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *