Air Terus Mengalir, Sabers Pungli Terus Bergerak: 9 Tahun Menjaga Hulu Sungai Brantas Kota Batu

Kota Batu_Pintubatunews.com — Sampah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Sejak lahir, manusia menghasilkan sisa dari berbagai aktivitas. Karena itu, merawat, menjaga, dan membersihkan lingkungan bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

Semangat itulah yang selama sembilan tahun menjadi napas gerakan Sabers Pungli (Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali) Kota Batu. Gerakan tersebut tidak lahir dari sebuah podium. Sabers Pungli tumbuh dari kepedulian terhadap mata air, sungai, dan lingkungan. Dari aktivitas menyusuri aliran sungai, muncul satu keyakinan sederhana yang terus digaungkan:

“Sungai bukan tong sampah.”

Sembilan tahun perjalanan Sabers Pungli memperlihatkan bahwa persoalan sungai tidak hanya berhenti pada sampah yang terlihat di permukaan. Di baliknya terdapat persoalan yang lebih besar, mulai dari kerusakan hutan, deforestasi, berkurangnya daerah resapan, hingga perubahan fungsi lahan yang menyebabkan air hujan semakin cepat menjadi limpasan.

Kota Batu memiliki posisi penting sebagai wilayah hulu Sungai Brantas. Anak-anak sungai dan mata air di kawasan ini menjadi bagian dari sistem tata air yang menghidupi wilayah di bawahnya.

Ketika kawasan hulu mengalami kerusakan, dampaknya tidak berhenti di Kota Batu. Persoalan air, banjir, sedimentasi hingga kualitas lingkungan dapat merembet ke wilayah-wilayah lain di sepanjang aliran Sungai Brantas.

Selama sembilan tahun, Sabers Pungli merekam berbagai kondisi tersebut. Para penggeraknya bertemu masyarakat dengan karakter yang beragam. Ada yang peduli, ada yang masih abai, bahkan ada yang merasa tidak nyaman ketika ditegur karena membuang sampah ke sungai.

Namun, gerakan tersebut tetap berjalan.

Sebab, persoalan yang ditemukan berulang kali memiliki akar yang hampir sama: sampah yang dibuang sembarangan, hutan yang kehilangan tutupan, serta lahan yang kehilangan kemampuan menyerap dan menyimpan air.

Akibatnya, hujan yang seharusnya menjadi berkah dapat berubah menjadi ancaman ketika air kehilangan ruang untuk meresap dan mengalir secara alami.

Bukan Sekadar Mengangkat Sampah

Bagi Sabers Pungli, sembilan tahun perjalanan bukan semata-mata tentang berapa ton sampah yang berhasil diangkat dari sungai.

Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan upaya membangun kesadaran. Setiap kegiatan bersih sungai menjadi ruang untuk mengajak masyarakat melihat langsung kondisi sungai dan memahami bahwa menjaga air harus dimulai dari kawasan hulu.

“Sabers Pungli tidak akan pernah selesai. Selama air masih mengalir, selama mata air masih harus dijaga, kami akan tetap di sini. Karena menjaga hulu adalah menjaga masa depan,” demikian refleksi gerakan Sabers Pungli Kota Batu.

Sabers Pungli ke-191 Digelar 4 Oktober

Penggerak Sabers Pungli Kota Batu, S. Catur Wicaksono, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Rabu (23/9/2026), menyampaikan bahwa kegiatan Sabers Pungli ke-191 akan kembali digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan akan mengambil titik Sabers Pungli di Jembatan Sungai Brantas, Dusun Prambatan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, hingga Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

“Sabers Pungli yang ke-191 akan digelar Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 07.00–11.00 WIB. Dengan titik Sabers Pungli di jembatan Sungai Brantas Dusun Prambatan Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji dengan Dusun Sukorembug Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu,” ujar Catur.

Ia menjelaskan, peserta akan berkumpul terlebih dahulu di Kebun Bibit Jeruk IP2MP Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Sejumlah kegiatan akan mewarnai agenda tersebut, mulai dari bersih-bersih sungai, Trash Walk, penyebaran bibit ikan, slametan banyu, hingga njagong Kali Brantas.

“Titik kumpul di Kebun Bibit Jeruk IP2MP Desa Sidomulyo Kecamatan Batu. Acara bersih-bersih sungai, Trash Walk, sebar bibit ikan, slametan banyu, dan njagong Kali Brantas,” tuturnya.

Catur juga mengajak masyarakat yang ingin bergabung agar mempersiapkan perlengkapan pribadi untuk mengikuti kegiatan di lapangan.

“Bagi yang mau bergabung dengan acara tersebut diharapkan untuk membawa minum atau tumbler sendiri dan sarung tangan sendiri,” pungkasnya.

Tetap Waras, Jaga Hulu

Sembilan tahun perjalanan Sabers Pungli menjadi pengingat bahwa menjaga sungai bukan pekerjaan sehari atau dua hari. Sungai akan terus mengalir, membawa air dari hulu menuju wilayah di bawahnya.

Karena itu, menjaga mata air, memperbaiki daerah resapan, mengurangi sampah dari sumbernya, serta menghentikan kebiasaan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan.

9 Tahun Sabers Pungli Kota Batu.

Tetap waras, jaga hulu.

Sabers Pungli mengalir luar biasa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *