Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos di tempat pengelolaan sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Dusun Caru Desa Pendem, Kecamatan Junrejo Kota Batu mulai beroperasi sejak Jum’at (27/2/2026). Dari 4 sel yang ada, sel 1 yang berisikan sampah organik mulai Februari hingga Maret 2026 sebanyak 15.950 kg, diperkirakan akhir bulan Mei atau awal Juni 2026 sudah bisa dipanen.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Dusun Caru Desa Pendem Sri Rahma pada saat ditemui di rumah kompos Rabu (13/5/2026) menceritakan, “Awal diisi rumah kompos sangat banyak lalat dan belatungnya. Saat ini sudah sangat berkurang karena sudah mulai paham, sampah organik setelah dicampur dengan daun-daun kering dan sedikit tanah. Dengan adanya unsur coklat maka lalatnya berkurang, mengurangi bau busuk sehingga mempercepat proses pengomposan.”

“Sampah organik berupa sampah dedaunan kita peroleh dari Arhanud setiap 2 hari sekali sebanyak 2 trash bag atau kantong plastik besar yang digunakan untuk menampung sampah padat berwarna hitam sangat membantu proses di rumah kompos ini. Untuk sampah anorganik saat ada pelajar mau masuk SMA/SMK mengadakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Mungkin adanya 3 bulan sekali baru ada sampah anorganik, kemarin baru ada kesepakatan, kalau ada sampah anorganik/kering kita terima sampah anorganik yang sudah terpilah dengan sampah organik, “tuturnya.
“Sampah organik/basah kami minta dikondisikan dan diinformasikan kepada petugas yang mengambil sampah. Awal pengambilan belum ada trashbag atau kantong zak akhirnya pengambilannya manual pakai tangan dimasukkan Motor Tossa sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pemindahan. Selanjutnya saya suruh membawa kantong zak kosong ditaruh disana, sehingga saat mengambil tinggal menukar dengan kantong zak yang masih kosong. Dengan adanya sampah dedaunan puji syukur bisa membantu mempercepat proses pengomposan, “tegasnya.
“Ada warga kampung yang membuang sisa daun bawang merah potongan kering sehabis panen ada 2 hari sekali sebanyak 2 zak meskipun tidak terlalu banyak. Juga terkadang ada warga membersihkan tanaman bunga yang dipolibag, meskipun tidak terlalu banyak petugas pengambil sampah saya suruh membawa karena bisa dipakai untuk campuran pupuk organik juga, “pungkas Sri Rahma mengakhiri penjelasannya.












