Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos di TPS3R Dusun Caru Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu sudah beroperasi setengah bulan lebih. Volume sampah yang dihasilkan dari 1348 pelanggan rumah warga dan dari rumah makan, setiap harinya 2 hingga 2,6 ton. Sedangkan sampah organik yang sudah dipilah masuk ke rumah kompos perharinya diperkirakan sebanyak 1 hingga 1,5 ton di hari libur atau hari raya.
Menurut Sri Rahma Ketua KSM Sejahtera saat ditemui Selasa (17/3/2026) di sekretariatnya menyampaikan, “Dengan beroperasinya rumah kompos di TPS3R Dusun Caru yang belum berjalan sampai satu bulan, syukur Alhamdulillah permasalahan sampah di Dusun Caru ini sudah sedikit teratasi. Karena belum berjalan satu bulan tepatnya dimulai tgl 27 Februari 2026 sehingga belum bisa menyimpulkan berapa persen perubahannya. Saat ini dengan adanya rumah kompos, sudah memiliki tempat khusus untuk menangani sampah organik ini. Saya ucapkan terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu yang sudah memfasilitasi kami untuk menyelesaikan permasalahan sampah organik ini.”

“Sebelum adanya rumah kompos, kami agak kesulitan untuk mendapatkan sampah plastik yang bersih karena tercampur dengan sampah basah dan sisa-sisa makanan yang mudah menempel seperti nasi, serta jenang/dodol. Sampah plastik yang kotor itu kalau dijual akan selalu ditolak oleh pembelinya, akhirnya ya harus dibakar. Selain itu masih tingginya penanganan pampers/popok bekas pakai, untuk sementara dikumpulkan dan dimasukkan karung dipergunakan sebagai tanggul penahan. Semoga dimasa mendatang ada penanganan khusus dari DLH, “tegasnya.
“Saat ini masih ada keluhan terkait populasi lalat dan belatung yang sangat banyak. Sudah melakukan berbagai cara untuk mengendalikan populasi lalat tetapi belum bisa mengurangi sampai 40%nya. Untuk belatung pagi hari setelah dilakukan penyemprotan menggunakan eco enzyme, lalu kita kumpulkan dipergunakan untuk campuran pakan ternak entog dan itik. Paginya sebanyak setengah kaleng dan sorenya setengah kaleng, sisanya masih lumayan banyak belatungnya. Dari hasil pengamatan ternak yang diberi pakan belatung dicampur dedak katul setelah dinetralisir dengan eco enzyme pertumbuhannya lebih cepat dan terlihat agak lebih gemuk. Dan kita akan berupaya akan membeli vacuum cleaner untuk mengatasi pertumbuhan belatung, “pungkas Sri Rahma.












