Kota Batu_Pintubatunews.com _ Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu Jawa Timur yang dikenal sebagai sentra tanaman hias/bunga menjadi lokasi strategis bagi mahasiswa untuk menjalankan berbagai program kerja pengabdian masyarakat, mulai dari sektor lingkungan, pariwisata, hingga keagamaan.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta juga melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sidomulyo. Kelompok KKN 120 di Desa Sidomulyo bertempat di Dusun Tinjumoyo. Ada 10 Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut menjalankan pengabdian masyarakat dalam program KKN 120 selama 45 Hari sejak Rabu (8/7/2026) lalu sampai Agustus 2026. KKN 2026 tahun ini dilaksanakan mengacu dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) dan Asta Protas Kemenag. Dalam program SDGs tersebut terdapat empat kluster dari Bidang Kerukunan, Pendidikan Unggul, Pemberdayaan Ekonomi Umat, dan Ekoteologi.

Sewaktu tempat pengelolaan sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Tinjumoyo menggelar acara pembuatan eco enzyme Kamis (16/7/2026) mereka juga hadir. Salah satu mahasiswa UIN peserta KKN Tiguan HW saat ditemui menyampaikan, “Kami mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ada 120 mahasiswa yang mengikuti KKN di Kota Batu. Ada yang di Desa Sumberejo, Desa Oro Oro Ombo, Desa Sidomulyo dan Desa Pesanggrahan yang masing-masing desa itu memiliki 3 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang. Kami di Dusun Tinjumoyo ada 10 orang yang bertugas mengabdi di Desa Sidomulyo, kelompok kami antara lain saya sendiri Tiguan HW, M. Ilyas Faisal Adam, Erland Ferdinansyah, Abdur Rohman Roziqi, Ahmad Dzaki Azkiya, Amilatus Solikhah, Anisa Aprilia Putri, Baiq Zalfa Zahira, Aidika Zumrotus Sholikah dan Hamidah Nur Pujiyanti,”
“Salah satu pengabdiannya mau mengoptimalisasikan rumah kompos dan bank sampah. Diawal itu kami ingin mengadakan kegiatan seperti ini, saat bertemu Bu Endah dari Bank Sampah Desa Sidomulyo kami sampaikan maksud kami, dan diberitahu ada acara pembuatan eco enzyme ini. Akhirnya kami sampaikan kalau siap membantu karena program kami ingin mengoptimalkan rumah kompos. Kami mengecek juga di internet kalau rumah kompos ini baru beroperasi di awal tahun 2026 ini, “jelasnya.

“Mungkin dengan pembuatan eco enzyme dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu ini bisa membuat warga Dusun Tinjumoyo Desa Sidomulyo ini bisa praktek membuat eco enzyme agar mengurangi sampah organik ke TPS3R. Dan tentunya bisa menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Kalau dari kampus kami sudah mendapatkan pembekalan ekoteologi. Ekoteologi adalah cabang teologi yang mengkaji hubungan antara ajaran agama, manusia, dan kelestarian lingkungan hidup. Konsep ini menekankan bahwa menjaga, merawat, dan melestarikan alam merupakan bagian integral dari tanggung jawab iman serta bentuk ibadah kepada Tuhan, “tambahnya.
“Awalnya itu kami ada 2 pilihan yaitu pembuatan biopori atau eco enzyme, ternyata setelah mengikuti acara ini eco enzyme ternyata lebih cocok dan relevan di Desa Sidomulyo ini. Alhamdulilah kami bisa berkesempatan langsung bisa dibimbing langsung perwakilan DLH dalam pembuatan eco enzyme yang baik dan benar takarannya. Ketika membahas eco enzyme itu ada banyak teori dan banyak cara yang berbeda-beda tentu hasilnya juga berbeda-beda. Supaya eco enzyme ini bisa dipergunakan lebih meluas nantinya kami akan bergeser ke petani, karena petani memiliki sampah organik yang terbanyak. Karena profesi petani itu pastinya memiliki sampah organik, mungkin sasaran berikutnya itu harus lebih ke petani di Dusun Tinjumoyo Desa Sidomulyo ini, “pungkas Tiguan HW.













