Menjelang Dioperasikannya Rumah Kompos, DLH Kota Batu Gelar Koordinasi

Foto sambutan Eni Maulidiyah, ST., M.Si Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH

Kota Batu_Pintubatunews.com. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pada Senin (23/2/2026) adakan koordinasi dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R dalam rangka persiapan beroperasinya rumah kompos.  Bertempat di KSM Sami Berkah TPS3R Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Dihadiri KSM TPS3R dari 15 Desa Kelurahan, pendamping TPS3R DLH, tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Taufan Bayu Setiawan, S.T, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Endang Ari Setyoningsih S.T. M.Si, dari DLH Kota Batu tampak hadir Eni Maulidiyah, Puspita Apriliyanti dan M. Attar.

Pembawa acara S.Catur Wicaksono koordinator tim pendamping teknis membuka acara dan mempersilahkan kepada Eni Maulidiyah, ST., M.Si Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLH untuk memberikan kata sambutannya. “Mengucapkan terimakasih atas kehadiran para undangan, dan terimakasih pada KSM Sami Berkah yang sudah menyediakan tempat. Syukur alhamdulilah rumah kompos di 16 titik sudah bisa diselesaikan, hari ini kita saling sharing. Type rumah kompos ada yang berbeda, yang penting prinsip pembuatan kompos itu yang sama, “tuturnya.

Foto Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Taufan Bayu Setiawan, S.T saat memberikan tanggapan

Selanjutnya dilakukan diskusi, setelah rumah kompos sudah selesai dibangun tindak lanjutnya bisa langsung dioperasikan.  Ketua KSM TPS3R Desa Sidomulyo menyampaikan bahwa rumah komposnya sudah beroperasi sejak (12/1/2026). Sebelumnya proses fermentasi menggunakan EM4, dan saat ini sudah beralih menggunakan eco enzyme. Rumah kompos di Kelurahan Sisir dan Kelurahan Temas serta Desa Sumberbrantas proses pembangunan masih 80%. Sedangkan untuk KSM dari desa lainnya mengeluhkan penambahan tenaga kerja yang khusus mengelola rumah kompos tentunya membutuhkan biaya. Juga kurang lengkapnya peralatan yang diperlukan bila rumah kompos beroperasi serta kekhawatiran dalam pemasaran kompos yang mereka hasilkan.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Taufan Bayu Setiawan, S.T menanggapi, “DLH sudah menempatkan personel, sebagai petugas pendamping dalam pelaksanaan. Untuk mekanisme pengelolaan sudah dibentuk tim pendamping dari praktisi dengan koordintor Pak Catur. Tetap berkolaborasi antara rumah kompos dengan TPS3R. Di TPS3R Temas DLH sudah menyerahkan 2 orang pegawai, disepakati dipindah tugaskan disana sesuai jam kerja. Kompos kalau melihat dari segi harga akan malas, kalau dibiarkan saja biayanya tambah besar. Beruntung dari segi lingkungan bersih, dan itu tidak bisa dirupiahkan.”

Foto Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Endang Ari Setyoningsih S.T. M.Si

Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Endang Ari Setyoningsih S.T. M.Si, menyampaikan, “Persoalan sampah agar cepat selesai tahun 2025 DLH sudah membangun 16 titik rumah kompos, yang 2 dilakukan oleh pihak ketiga. Tim pendamping nantinya mendampingi secara teknis dan ada pencatatan berapa banyak sampah organik yang masuk rumah kompos serta limbah residu berapa banyak.”

“DLH sudah menganggarkan sebanyak 10 mesin pencacah, mesin pengayak dan sprayer. Nanti diberikan yang sama sekali belum ada peralatan dan KSMnya sudah siap menjalankan rumah kompos. Ada pengadaan tong untuk pembuatan eco enzyme, agar rumah kompos bisa mandiri dengan membuat eco enzyme karena bahannya sudah ada, “tambahnya.

“Menindak lanjuti pimpinan DLH tidak merekomendasikan pembakaran sampah, tapi pengelolaan tingkat hulu yaitu di rumah tangga dengan edukasi pilah sampah dari rumah, “pungkas Endang.

Pada kesempatan ini praktisi eco enzme Gung Endah juga membagikan 1 galon eco enzme kepada setiap KSM TPS3R yang hadir agar dipergunakan untuk proses fermentasi di rumah kompos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *