Tim Pendamping Gelar Sosialisasi Pilah Sampah, Di Dusun Brumbung Desa Gunungsari

Kota Batu_Pintubatunews.com Persoalan sampah plastik memerlukan perhatian serius karena sifatnya yang sulit terurai (non-biodegradable), mencemari ekosistem darat dan laut, serta berdampak buruk pada kesehatan melalui mikroplastik. Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah plastik per tahun dengan pengelolaan yang terbatas, menuntut tindakan segera seperti penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), kebijakan pembatasan plastik sekali pakai, serta edukasi masyarakat untuk beralih ke gaya hidup zero waste.

Untuk itu tim pendamping divisi sosialisasi massif percepatan pengelolaan persampahan dan tim pendukung Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu mengadakan sosialisasi juga di tempat terpisah. Bertempat di rumah Ika RW 06 Dusun Brumbung Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Sabtu (7/2/2026). Sebelum acara dimulai diawali praktek pembuatan eco enzhim yang dipandu oleh Anik. Selanjutnya Anik memperkenalkan tim pendamping yang hadir bersama Siti Yulaikah.

Peserta terdiri dari ibu-ibu PKK Dusun Brumbung serta tampak hadir Yuanita istri Kepala Dusun Brumbung. Hasil diskusi dengan peserta bahwa di Dusun Brumbung untuk iuran sampah dikenakan Rp. 10.000,- per rumah per bulan. Pengambilan sampah dilakukan setiap satu minggu dua kali. Pernah ada Bank Sampah tetapi sudah tidak aktif atau nasabahnya habis. Saat ini sedang dibangun rumah kompos dan hampir jadi. Masyarakat masih melakukan pembakaran sampah secara liar.

Narasumber Siti Yulaikah menyampaikan materi tentang jenis-jenis sampah, “Jenis sampah terdiri dari sampah organik, sampah anorganik, sampah residu dan limbah B3. Limbah B3 merupakan singkatan dari Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.”

“Sampah organik bisa untuk pakan ternak, eco enzhim, dan pupuk kompos. Sedangkan sampah anorganik masuk bank sampah, sampah residu yang terbuang nantinya bisa dibawa ke TPA Tlekung. Limbah B3 dikumpulkan pada tempat tersendiri dan diberi tulisan sehingga tidak membahayakan pengambil sampah, “tambah Yuli.

“Setelah tahu jenis-jenis sampah, mari bergerak mengajakan ke warga lain tentang pentingnya  melakukan pilah sampah dimulai dari rumah, agar sampah tidak tercampur sehingga membantu mempercepat petugas sampah dalam pemilahan di TPS3R, “pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *