Untuk Keamanan Di TPS3R, Pemerintah Desa Tlekung Membangun Pagar Keliling

Foto proses pembangunan pagar TPS3R Desa Tlekung.

Kota Batu_Pintubatunews.com _Pengurus Kelompos Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Desa Tlekung Kecamatan Jurejo Kota Batu, dapat bernafas lega. Sudah beberapa kali mengajukan pembangunan pemagaran keliling lokasi di TPS3R Desa Tlekung, ditengah efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat akhirnya kebutuhan yang sangat mendesak tersebut disetujui pembangunannya oleh Pemerintah Desa Tlekung.

Ketua KSM TPS3R Desa Tlekung Siari saat ditemui di kantornya Selasa (28/7/2026) menyampaikan, “Kami sangat bersyukur akhirnya Pemerintah Desa Tlekung mewujudkan pembangunan pemagaran keliling TPS3R ini yang dimulai sejak Selasa (21/7/2026) berikut rumah komposnya. Anggaran pembangunan berasal dari Silpa (sisa lebih  penggunaan anggaran) Dana Desa tahun anggaran 2025.”

Foto TPS3R Desa Tlekung saat ini

“Proses pembangunan diharapkan selesai dalam satu bulan. Tinggi pagar yang sedang dibangun 2,5 meter yang akan dilengkapi dengan pintu gerbang. Dengan dilakukan pemagaran ini tentunya diharapkan akan lebih aman, semoga nantinya kami pengurus KSM bisa melakukan inovasi misalnya memanfaatkan hasil kompos yang ada untuk membuat tanaman dalam polybag, “tuturnya.

“Dalam waktu satu minggu ini kami sudah melakukan panen kompos dari rumah kompos, di sel 2 semuanya sudah kita keluarkan untuk proses pengeringan lalu dilakukan pengayakan. Panen kompos lebih mudah dan cepat, karena sebelum masuk sel rumah kompos sampah organik dilakukan pencacahan terlebih dulu sehingga volumenya lebih banyak. Sementara proses pengayakan berhenti karena mesin pengayak sedang rusak sejak Senin (27/7/2026) kemarin. Proses perbaikan kita lakukan sendiri, sambil memodifikasi supaya saat digunakan tidak cepat mengalami kerusakan. Perbaikan kami kerjakan sendiri dengan tujuan efisiensi keuangan yang ada, kami berusaha mengerjakan secara swadaya dan mandiri, “jelasnya.

“Pembangunan TPS3R ini dulu perencanaannya berdasarkan Musyawarah Desa yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, BPD, LPMD dan tokoh masyarakat yang disepakati membangun hangar dulu dengan luasan yang ada saat ini, “pungkas Siari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *