Berita  

KKN 120 UIN Sunan Kalijaga, Gelar Seminar Kepercayaan Diri Dan Pemetaan Potensi Siswa Di SMP Muhammadiyah 02 Batu

Foto bersama usai acara

Kota Batu_Pintubatunews.com – Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan fase transisi krusial dalam perkembangan remaja. Pada masa inilah para siswa mulai mengeksplorasi jati diri, membangun rasa percaya diri, serta memetakan arah minat dan bakat mereka. Merespons kebutuhan pengembangan karakter dan potensi siswa tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar seminar edukatif bertajuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Pengenalan Potensi Diri pada Senin, (27/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini bertempat di Masjid SMP Muhammadiyah 02 Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu Kota Batu. Lokasi sekolah ini di pinggir jalan raya, justru membantu para siswa untuk berkegiatan karena tidak jauh dari pusat kota dan rumah mereka. Tempat yang digunakkan untuk pelaksanan kegiatan yakni Masjid sekolahan, meskipun sekolahan juga memiliki Aula yang memadai, Masjid menjadi pilihan tempat paling tepat melihat jumlah siswa dan model kegiatan. Sebanyak kurang lebih 70 siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang ditunjang dengan fasilitas sound system dan visual proyektor yang memadai.

Acara diawali dengan pembukaan formal oleh pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKN 120 serta perwakilan pihak sekolah yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Feby Mulyo Setyo Pramono, S.Pd. Kegiatan berlansung dengan 2 sesi pematerian yang dipisahkan istirahat pada jam 09.15 WIB. Untuk mengukur efektivitas dan tingkat pemahaman awal peserta, kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test. Setelah sesi ice breaking yang mencairkan suasana, masuklah pada sesi inti pertama mengenai urgensi membangun kepercayaan diri (self-confidence). Sesi ini dipadukan dengan penayangan video inspiratif sebagai media refleksi diri bagi para siswa.

Sesi inti kedua berfokus pada pengenalan dan penyaringan minat serta bakat siswa yang disampaikan oleh Fatihul Abror, mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga. Tidak sekadar memaparkan teori, pada sesi ini para siswa dipandu untuk mengisi instrumen pemetaan minat dan bakat berupa 20 butir soal instrumen terstruktur pada akhir sesi. Rangkaian seminar ini kemudian ditutup dengan pengisian post-test guna mengevaluasi peningkatan pemahaman siswa pasca-materi diberikan. Dari hasil pengisian soal-soal pemetaan diri, terdata sekitar 64 siswa-siswi yang mengisi intrumen tersebut, sudah memenuh target capain kegiatan.

Penguatan mental dan optimisme menjadi pesan utama yang disampaikan dalam seminar ini oleh Nindy, salah satu pemateri dan pelaksana. “Tidak ada anak yang tidak berbakat. Setiap anak memiliki keunikan dan potensinya masing-masing. Ketika mereka mulai mengenali potensi tersebut, rasa percaya diri akan tumbuh secara perlahan, “ tutur Nindy.

Senada dengan hal tersebut, Ilham yang turut menegaskan pentingnya keberanian dalam mengeksplorasi potensi diri sejak dini. “Usia remaja adalah masa produktif. Jenjang SMP merupakan langkah awal untuk mengenal dan menemukan jati diri, serta menunjukkan siapa kita. Kepercayaan diri tidak akan pernah merugikan siapa pun. Mari kenali diri kita, terus berlatih, dan jangan pernah takut untuk mencoba. Kepercayaan dirimu hari ini akan mengantarkan kesuksesan di masa depan, “tegas Ilham.

Kegiatan ini mendapat respon positif dan apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Feby Mulyo Setyo Pramono, S.Pd., menyampaikan, “Materi yang disajikan mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pembentukan karakter siswa di sekolah. Harapan terbesar dari terselenggaranya kegiatan ini terletak pada tindak lanjut (follow-up) data hasil pemetaan. Instrumen 20 soal pemetaan yang telah diisi oleh para siswa diharapkan dapat menjadi basis data (database) bagi pihak sekolah dalam memetakan serta mengakomodasi ragam minat siswa.”

“Data tersebut ke depannya dapat direalisasikan ke dalam pembentukan atau pengembangan wadah ekstrakurikuler yang relevan, disesuaikan dengan skala kebutuhan serta kapasitas sekolah. Dengan demikian, hobi dan bakat yang teridentifikasi tidak berhenti sebagai teori semata, melainkan terus terasah baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pada akhirnya, pengembangan potensi diri ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masa depan karir para siswa serta bermanfaat bagi masyarakat luas, “pungkas Feby Mulyo Setyo Pramono, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *