Kota Batu_Pintubatunews.com_Anugerah Lingkungan Hidup (ALH) Kota Batu Tahun 2026 merupakan bagian akhir sekaligus penutup dari seluruh rangkaian festival lingkungan megah bertajuk Batu Greenation Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pada 20 hingga 26 Juni 2026 dengan mengusung tema utama “Garis Hijau”. Konsep ini melibatkan kolaborasi aktif antara pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas kreatif (seperti ECOTON), hingga pelajar.
Anugerah Lingkungan Hidup diselenggarakan pada Jum’at (26/6/2026) malam bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu Jl. Panglima Sudirman 98 Kecamatan Batu Kota Batu. Pelaksanaan kegiatan ALH Kota Batu Tahun 2026 sebagai upaya Pemerintah Kota Batu dalam memberikan apresiasi kepada individu, kelompok atau organisasi terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam sambutannya Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, menyampaikan, “Batu Greenation 2026 merawat hari ini mewariskan masa depan, aksi hijau untuk transformasi kota berkelanjutan. Memahami makna dibalik garis hijau, merupakan batas imajiner kepatuhan lingkungan garis ini tidak terlihat secara fisik. Namun secara tegas hadir setiap keputusan strategis kota dan tindakan seharian warganya. Ketika kita bertindak menjaga alam bergerak tepat diatas garis hijau. Membiarkan kerusakan berarti melampaui batas kewarasan ekologis kita.”
“Di dalam rangkaiannya kami bersama Universitas Brawijaya menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) untuk masa depan Kota Batu berkelanjutan dan ekologis 30 tahun kedepan. Hari ini kami sampaikan hasil laporan penyusunan laporan kepada pemerintah provinsi Jawa Timur dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendapatkan catatan-catatan strategisnya. Kami berharap RPPLH ini menjadi Peraturan Daerah (Perda) melewati 6 periodesasi kepemimpinan kepala daerah. RPPLH menjaga laju pembangunan agar tidak melampaui kapasitas alam, tanpa dokumen ini visi pembangunan berkelanjutan hanya wacana resiko merusak alam, “tuturnya.
Sedangkan Walikota Batu Nurochman pada kata sambutannya menyampaikan,”Datangi saya ketika ada kebijakan-kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan, mari kita bersama-sama duduk untuk merumuskan kebijakan-kebijakan sebagai sebuah komitmen yang harus terus kita tunjukkan karena masa depan tergantung perilaku kita terhadap lingkungan. Terima kasih kepada semuanya, ini sebuah perenungan yang harusnya kita lakukan. Mungkin kita tidak merasakan langsung karena kita ada dipusat-pusat kota. Atas akibat-akibat dari perilaku kita semuanya, masyarakat yang secara sadar melakukan kerusakan-kerusakan lingkungan tetapi mereka tidak berfikir bahwa masa depan terancam oleh perilaku-perilaku itu. Saya sempat naik ke kawasan hutan, disana dipakai bertani kemudian perilaku yang ditunjukkan oleh mereka adalah bagaimana cara mematikan pohon secara alami. Pohon tidak ditebang tapi pohon diinjek oleh racun dalam hitungan beberapa hari atau bulan pohon itu mati seolah-olah mati kondisi lingkungan secara alami. Padahal dari akibat itu ada masyarakat lain yang terdampak, mungkin tidak hari ini tapi kita selalu berdo’a agar tidak ada bencana di Kota Batu. Kita selalu memperbaiki komitmen untuk menata lingkungan kita, tidak sekedar narasi-narasi mari kita bersama-sama. Ajak saya, ajak Mas Wawali dan ajak kita semua yang ada di pemerintah kota untuk turun langsung, melihat langsung maka segera rumuskan Peraturan Pemerintah untuk melakukan pembatasan, untuk menegaskan kembali aturan-aturan yang sesungguhnya sudah dipahami oleh masyarakat yang saat ini memanfaatkan sekitar Kawasan hutan.”

“Kita menghimbau semua investasi yang ada di Kota Batu wajib hukumnya untuk mentaati ketentuan undang-undang yang berkaitan dengan perlindungan alam, dan perlindungan sumber mata air. Kalau ada pengusaha yang tidak komitmen itu tidak perlu diijinkan, tidak perlu direkomendasikan karena suatu saat akan berakibat pada generasi kita. Bukan kita yang akan merasakan itu tapi mungkin generasi kita yang akan terdampak karena ketidak komitmenan itu. Terimakasih kepada guru dan anak-anakku yang sudah berkomitmen menjaga lingkungan dengan sekolah-sekolah adiwiyata, itu adalah implementasi dari sikap awal bagaimana kita membiasakan mencintai lingkungan, membiasakan memilah sampah, membiasakan bagaimana mengelola sampah. Semoga itu menjadi sebuah pelajaran dan mengedukasi kita semua untuk menjaga lingkungan, mencintai kota Batu dengan mencintai lingkungan kita, “pungkas Nurochman.
Berikut ini daftar penerima anugerah lingkungan hidup kota Batu yang diserahkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Batu:
- Eco Pesantren tahun 2025 diberika kepada Pondok Pesantren Al Irsyad Tengaran 07 Mojorejo Kota Batu;
- Penghargaan Desa atau Kelurahan Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 tingkat Madya diberikan kepada Desa Tulungrejo;
- Penghargaan Desa atau Kelurahan Berseri tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 tingkat Pratama diberikan kepada Kelurahan Dadaprejo;
- Lomba Vidio Lingkungan Terbaik 1 dengan judul “Who’s Wrong?” diberikan kepada Muhammad Prabu Adyaraka Putra Ananta;
- Lomba Vidio Lingkungan Terbaik 2 dengan judul “Lempar sampah, lempar masalah” diberikan kepada Rahma Alya Maharani;
- Lomba Vidio Lingkungan Terbaik 3 dengan judul “Apa yang kita sisakan?” diberikan kepada Farhan Maulana Bachtiar;
- Lomba Vidio Lingkungan Peserta Favorit dengan judul “Menjaga hari ini, mewariskan masa depan” diberikan kepada Calista Ayla Khairiyah;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Batu diberikan kepada SDN Ngaglik 04;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Batu diberikan kepada SDN Giripurno 03;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Batu diberikan kepada SDN Beji 01;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Batu diberikan kepada SDN Sisir 06;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Batu diberikan kepada MI Darul Ulum;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur diberikan kepada SDN Sisir 05;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional diberikan kepada SDN Tulungrejo 03;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional diberikan kepada SMP Muhammadiyah 08;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional diberikan kepada SMPN 01;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri diberikan kepada SDN Tulungrejo 01;
- Sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri diberikan kepada SDN Sumbergondo 02;
- Kampung Iklim Tingkat Nasional Sertifikat Utama diberikan kepada Dusun Wonorejo Desa Tulungrejo;
- Kampung Iklim Tingkat Nasional Sertifikat Utama diberikan kepada Dusun Krajan Desa Torongrejo;
- Kampung Iklim Tingkat Nasional Sertifikat Madya diberikan kepada Dusun Kajang Desa Mojorejo;
- Life Achievement Award diberikan kepada Achmad Berlin Rifai.












