Ketua KSM TPS3R Dusun Pandan Desa Pandanrejo, Berinisiatif Ajak Membuat Eco Enzyme

Foto bersama usai pembuatan eco enzyme.

Kota Batu_Pintubatunews.com _ Untuk memenuhi kebutuhan bio aktivator di rumah kompos secara mandiri, tempat pengelolaan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Dusun Pandan Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu berinisiatif mengajak membuat eco enzyme.

Tim praktisi selaku pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu divisi eco enzyme Gung Endah, Minggu (17/5/2026) menuturkan, “Pada hari Sabtu (16/5/2026) jam 20.56 kemarin, tiba -tiba ada pesan WhatshApp masuk dari Pak Ruslan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Dusun Pandan, yang meminta saya datang mendampingi pembuatan eco enzyme di rumah kompos Dusun Pandan Minggu (17/5/2026) jam 13.00 WIB. Tentunya sangat mendadak dan mengagetkan karena 10 hari sebelumnya ketika saya mengunjungi rumah kompos dan komunikasi via sambungan telepon mengajak segera mengagendakan pembuatan eco enzyme reaksi beliau terkesan datar kurang bersemangat. Saya juga berusaha memohon dukungan ke Pak Nanang Kepala Dusun Pandan agar bisa bekerjasama untuk membuat eco enzyme di rumah kompos dengan memanfaatkan pembagian 2 tong biru dan molase dari DLH Kota Batu.”

Foto Pak Ruslan dengan penuh semangat mencuci bahan organik.

“Berhubung salah satu program kerja divisi saya adalah mendampingi pembuatan eco enzyme di semua rumah kompos yang ada di Kota Batu, tentunya tawaran Ketua KSM Pandan tersebut segera saya iyakan. Apalagi saat ini masih jarang sekali Ketua KSM berinisiatif untuk segera membuat eco enzyme. Akhirnya saya langsung bergerak cepat menghubungi Bu Suprapti Kanti, menindaklanjuti ajakan tersebut. Sekaligus meminta tolong Bu Kanti untuk mencarikan bahan organik kulit apel, untuk menambah kekurangan bahan organik yang sudah disiapkan oleh Pak Ruslan, “jelasnya.

“Ketika saya tanya berapa orang yang siap membantu membuat, Pak Ruslan menjawab sementara baru 2 orang yang siap. Padahal membuat eco enzyme membutuhkan banyak tenaga kerja, karena memang proses pembuatannya cukup menguras tenaga apalagi jika membuatnya dalam jumlah banyak. Akhirnya saya langsung menghubungi istri Pak Ruslan meminta bantuan tenaga dari Dasawisma. Sedangkan Bu Kanti juga menghubungi keponakannya Bu Sriwati, yang tinggal di Dusun Pandan dan merupakan relawan eco enzyme juga, sekaligus meminta bantuan dicarikan tambahan bahan organik. Tak lupa juga menghubungi koordinator eco enzyme Desa Pandanrejo namun karena mendadak beliau sudah ada agenda kegiatan yang lain, “tambahnya.

Foto Andik Wahyudi memakai topi putih paling depan

“Alhamdulillah Minggu (17/5/2026) berhasil membuat eco enzyme melebihi target karena bahan organik melimpah. Bu Kanti membawa 16 kg kulit apel, Bu Sriwati membawa kulit pisang dan kulit jeruk, dan Pak Ruslan sudah menyiapkan jeruk dan strawberry afkir. Karena sayang bahan organik masih sisa, akhirnya membuat lagi 2 galon eco enzyme, jadi total semua sejumlah 170 liter, dengan jumlah sampah organik terolah sebanyak 51 kg. Sisa bahan organik yang masih ada dibawa pulang Bu Kanti untuk membuat eco enzyme di rumahnya dan berhasil membuat 45 liter dengan total sampah organik terolah sejumlah 13,5 kg. Yang membuat saya bahagia bukan hanya Ketua KSM yang semangat membuat eco enzyme, pendamping TPS3R Desa Pandanrejo dari DLH yaitu Pak Andik Wahyudi juga hadir dan Pak Andik pengurus KSM  juga datang membantu penuh semangat. Harapan saya semoga lebih banyak lagi pengurus TPS3R yang punya inisiatif membuat eco enzyme apapun kendala yang dihadapi, karena faktanya eco enzyme sangat dibutuhkan dalam proses pengomposan di rumah kompos, menghilangkan bau sampah dan tentunya biaya murah kalau dibuat sendiri, “pungkas Gung Endah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *