Kota Batu_Pintubatunews.com – Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu sejak Maret 2025 mulai berangsur-angsur beralih pelaporan kegiatannya dari manual ke pelaporan menggunakan soft file agar data yang dihasilkan benar, akurat dan sesuai fakta dilapangan.
Hal tersebut disampaikan Bendahara TPS3R Kelurahan Sisir Nunik Halimah Jum’at (8/5/2026), “Kami mulai melengkapi laporan dengan menggunakan Excel setelah mengikuti pelatihan di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Mulyo Agung yang terletak di Desa Mulyo Agung Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Waktu itu kami berjumlah 7 orang yaitu 3 orang mengikuti pelatihan untuk memilah sampah, 1 orang mengikuti pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik, 1 orang pelatihan budidaya maggot dan yang 2 orang untuk mengikuti pelatihan administrasi yaitu sekretaris dan bendahara TPS3R.”

“Awalnya semua administrasi kita kerjakan secara manual dengan ditulis tangan menggunakan buku dan ballpoint, setelah itu ada perubahan dengan menggunakan Excel. Biasanya pelaporan administrasi hanya ditunjukkan dibuku saja. Setelah mengikuti pelatihan semua pelaporan menggunakan word atau excel lalu dijilid setiap bulannya, demikian pula dengan laporan tahunan.
Meskipun baru memulai secara digital, sudah ada beberapa tamu yang datang ke TPS3R kita ini selain untuk belajar pengelolaan sampah juga melihat penyusunan pelaporan kegiatan dan keuangan. Pernah ada yang datang dari Makasar pada akhir 2025, juga dari Al Hikmah Boarding School Dusun Sabrangbendo Desa Giripurno, dan Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, “ tuturnya.
“Sedangkan dari pengurus TPS3R dari Kota Batu juga ada yang kesini, seminggu lalu ada pengurus TPS3R Desa Sidomulyo dan TPS3R Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo. Mereka melihat administrasi seperti surat masuk, penyusunan MoU, pelaksanaan SOP, daftar hadir pekerja, rencana kerja, surat tugas, inovasi yang sudah dilakukan setiap bulan dan penyusunan laporan keuangan baik laporan harian, laporan bulanan, dan laporan tahunan. Mereka juga bertanya kebutuhan bahan bakar minyak sebulan menghabiskan sampai berapa? Kalau di kita BBM rata-rata menghabiskan Rp 3 juta perbulan dipakai untuk 5 armada roda tiga motor tossa, “tegasnya.
“Untuk saat ini setelah rumah kompos mulai beroperasi mendapatkan tambahan tugas lagi yaitu mencatat banyaknya sampah organik yang masuk rumah kompos setelah dilakukan pencacahan. Sebelumnya kita menimbang sampah organik setelah dicacah dengan menggunakan mesin gibrig lalu dimuat di arco. Lalu kita ambil rata-rata setiap arco dengan berat bersih 66 kg. Sekarang sudah disediakan spreetsheat oleh pendamping rumah kompos, untuk diisi per hari sampah organik yang masuk ada berapa arco, nantinya otomatis akan terjumlah banyaknya sampah organik yang siap dijadikan pupuk kompos dirumah kompos, “pungkas Nunik Halimah.












