Pupuk Organik Cair Berasal Dari Sampah Organik, Dapat Meningkatkan Kesuburan Tanah

Foto Heru Sutono warga Kelurahan Dadaprejo dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Restu Bumi Organik.

Kota Batu_Pintubatunews.com – Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu dalam rangka memperingati Hari Bumi adakan kegiatan dengan tema tansformasi sampah organik menjadi nutrisi pangan organik Kota Batu, Our Power, Our Planet. Menghadirkan narasumber Heru Sutono warga Kelurahan Dadaprejo dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Restu Bumi Organik, bergerak di bidang pertaniaan organik yang merupakan binaan Kementerian Pertanian.

Bertempat di hanggar TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo Rabu (22/4/2026). Pertanian organik adalah sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami (lokal) dan menghindari penggunaan bahan kimia sintetis seperti pupuk, pestisida, dan hormon tumbuh. Tujuannya adalah menghasilkan produk sehat, menjaga kesuburan tanah, serta melestarikan keseimbangan ekosistem dan lingkungan secara berkelanjutan.

Narasumber menceritakan pengalamannya pada saat penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung akibat telah overload pada Agustus 2023 lalu. Sampah basah kalau ditumpuk pasti keluar cairan yang berbau menyengat, yang disebut sebagai air lindi. Air lindi adalah cairan atau dekomposisi sampah organik yang mengandung zat beracun, logam berat (seperti Hg dan Zn), bakteri, dan senyawa organik tinggi. Berwarna gelap dan berbau menyengat, lindi berpotensi mencemari tanah dan air tanah. Namun, lindi dari kompos organik dapat diolah menjadi pupuk cair.

Foto Heru Sutono saat menceritakan pengalamannya bertani organik

Heru Sutono menceritakan pengalamannya dihadapan pengurus Gapoktan Rukun Santoso, dan perwakilan dari Kelompok Tani dan PKK Desa Oro Oro Ombo, “Setelah penutupan TPA Tlekung. kesadaran masyarakat urusan sampah gampang-gampang sulit, waktu itu saya mengajak masyarakat memilah sampah juga mengalami penolakan. Akhirnya di Kelurahan Dadaprejo melakukan pilah sampah yang bisa diambil untuk hari Senin, Rabu, Jumat khusus sampah basah dan hari Selasa, Sabtu khusus sampah kering. Tujuan pilah sampah ini untuk mengurangi beban TPA/TPS agar tidak tinggi.”

“Pupuk Organik Cair (POC) yang berasal dari air lindi agar tidak berbau perlu perlakuan khusus. Lindi dipakai pupuk bisa tapi banyak baktrleri dan racun untuk itu harus dikelola karena ada mikroba bakteri baik dan buruk. Air lindi agar berfugsi baik harus dicampur dengan eco enzyme, lebih baik lagi dicampur dengan EM 4 ditambah air cucian beras (leri).  Mikroba yang hidup seperti eco enzyme dan EM4 membutuhkan makanan, yatu berupa gula/mollase. Penguraian sampah supaya air lindi bisa menjadi POC yang bagus, pemakaian eco enzyme dengan ukuran 1 banding 100, dan ditambah mollase perbandingan 150 dengan tujuan untuk mempercepat pemrosesan sampah organic, “tuturnya.

“Penggunaan POC boleh memakai pupuk kimia tapi bisa dikurangi dosisnya. Ada petani jeruk di Desa Tlekung menggunakan sampah cair berbasis air lindi, buah yang dihasilkan kulitnya halus dan rasanya manis. Saya juga pernah menanam jagung manis berbasis air lindi hasilnya untuk rasanya lebih manis dan tidak dijual ke pasaran tetapi sudah ada pembeli khusus. Sudah tanam padi pakai lindi, juga membuat pestisida organic, “tegasnya.

“Pertanian organik di Indonesia memiliki prospek bisnis yang bagus, harga hasil pertanian organic dipasar cukup tinggi, hal ini akan memberi keuntungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani organik. Jika dibandingkan dengan pertanian anorganik, harga jual hasil pertanian alami bisa mencapai dua kali lipat bahkan lebih.  Dalam penerapan sistem pertanian organik, petani tidak membutuhkan lahan yang luas, terlebih dalam satu lahan yang bisa ditanami dengan berbagai jenis tanaman, “pungkas Heru Sutono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *