Kota Batu – Pintubatunews.com. Hari raya Idul Fitri sudah dua belas hari berlalu,namun tumpukan sampah baik organik maupun anorganik di Dusun Caru Desa Pendem Kecamatan Junrejo Kota Batu belum terselesaikan di TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle).
Ketua KSM TPS3R Dusun Caru Sri Rahma yang didampingi Muchamat Solichin Kaur Kesra Desa Pendem Kamis (2/4/2026) menuturkan, “Sebelum hari raya Idul Fitri selama dua hari, sampah yang masuk ke TPS3R sebanyak 35 motor Tossa per hari. Agar tidak ada penumpukan sampah di jalan dan di perumahan warga. Penumpukan sampah di TPS3R tidak apa-apa sebab sedikit demi sedikit kita tetap melakukan pemilahan sampah organik dan anorganiknya.”
“Pada saat lebaran Idul Fitri kita libur selama 3 (tiga) hari tentunya terjadi penumpukan sampah baik di jalan maupun dipemukiman. Hari keempat setelah lebaran semua sudah mulai bekerja, dan petugas pengambil sampah yang menggunakan Motor Tossa tetap beroperasi karena volume sampah dua kali lipatnya dari hari-hari biasa. Mulai awal bulan Ramadhan sampai sepuluh hari setelah lebaran volume sampah masih tinggi. Untuk hari ini pengambilan sampah sudah mulai normal kembali sehari 7 atau 8 motor Tossa, “jelasnya.

“Pekerjaan yang masih harus diselesaikan hari ini yaitu menyelesaikan tumpukan sampah yang sebelum hari raya dan sesudah hari raya, ini masih tersisa sekitar ada 27 Motor Tossa. Penanganan pertama mendahulukan sampah yang basah/organik, sebab sampah basah yang tertumpuk semakin banyak dan juga berbau sehingga menimbulkan banyak lalat dan pupa/belatung. Untuk menghindari timbulnya bau, kita lakukan penyemprotan secara rutin sehari dua kali menggunakan eco enzyme dicampur dengan EM4. Setelah itu untuk membasmi lalatnya kita semprot dengan menggunakan insektisida kontak, “tambahnya.
“Tumpukan sampah yang dekat insinerator sebagian sudah terpilah dari sampah organik, dan sebagian lagi kita pilah, sampah organik kita bawa ke rumah kompos. Syukurlah untuk saat ini permasalahan lalat dan pupa di rumah kompos sudah berhasil kita atasi semuanya. Untuk rumah kompos di sel 1 sudah terisi sampah organik selama 1 bulan, dan hari ini kita sudah berpindah mengisi untuk sel ke 2. Rumah kompos ada 4 sel, semoga nanti dibulan ketiga sampah organik yang sudah terisi pada akhir Maret setelah dua bulan mendatang sudah bisa dipanen, “pungkas Sri Rahma.












