Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Gelar Halal Bihalal, Ajak Pilah Sampah Dari Sumbernya

Foto halal bihalal bertempat di hanggar insinerator Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu

Kota Batu_Pintubatunews.com. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pada Jum’at (27/3/2026) menggelar acara halal bihalal bertempat di hanggar insinerator Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Dihadiri oleh Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan, Kepala UPTD Persampahan Kota Batu Taufan Bayu Setiawan, Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 DLH Endang Ari Setyoningsih, Koordinator Tim Praktisi Selaku Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan Kota Batu S. Catur Wicaksono beserta anggotanya, tim pendamping TPS3R, dan para petugas lapangan baik dari ASN maupun PPPK yang berjumlah ratusan orang. Acara halal bihalal diawali dengan do’a bersama dipimpin oleh Nanag Kosim.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menyampaikan,”Mengucapkan minal a’idzin wal wa’idzin mohon maaf lahir dan batin kepada semua yang hadir. Terimakasih kepada semua tim lapangan saat cuti lebaran semua bekerja nonstop selama 7 hari bahkan saat pelaksanaan Idul Fitri membersihkan sampah demi mengantisipasi lonjakan volume sampah yang meningkat drastis saat wisatawan memadati Kota Batu.”

Foto Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan

Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Endang Ari Setyoningsih S.T. M.Si menambahkan, “Terimakasih kepada Bapak Ibu semua, selama hari raya para petugas lapangan masih bekerja melaksanakan tugasnya. Sudah diskusi dengan Kepala UPTD Persampahan, kami mengajak untuk memulai pilah sampah dari ruas jalan supaya saat sampah masuk TPA sudah terpilah yang dimulai oleh bagian penyampuan jalan.”

“Titik sulit seperti alun-alun, kita sendirikan. Untuk 21 ruas jalan petugas penyapu jalan wajib memilah sampahnya. Ayo memulai memilah sampah di 21 ruas jalan sebagai pilot project, karena semua personal DLH sebagai marketing DLH. Kalau sampah organik dan anorganik sudah tidak tercampur, pemilahan tidak terlalu memberatkan di TPS3R, “tegasnya.

Foto Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Endang Ari Setyoningsih

Saat diskusi persampahan koordinator Praktisi Tim Pendamping Persampahan S. Catur Wicaksono menyampaikan bahwa kunci penyelesaian persoalan sampah dimulai dari pemilahan. Tahun 2025 sudah ada big Komposter, pemilihan sampah harus sesuai jenisnya. Pembagian jenis sampah yaitu sampah organik, daur ulang, residu. Sampah organik masuk rumah kompos difermentasi menjadi pupuk kompos, sampah daur ulang biasanya di TPS3R setelah dipilah yang laku dijual bisa dijual.Sampah residu penyelesaian dibakar.

“Kalau di pemilahan sudah selesai persoalan sampah akan selesai, mari memilah sampah dimulai dari sumbernya. Untuk penyapu jalan saya berharap bisa langsung dilakukan pemilahan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik dan sampah anorganik yang masuk ke TPA 16 sd 20ton, yang masuk big Komposter 2 ton, seharusnya sampah organik masuk lebih banyak. Mari memulai proses pemilahan sampah sesuai jenisnya, “pungkas S. Catur Wicaksono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *