Kota Batu_Pintubatunews.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, melakukan terobosan dalam pengawasan armada pengangkut sampah.
Selama sekitar satu bulan terakhir, 6 dari 7 unit armada Motor Tossa yang beroperasi setiap hari telah dipasangi GPS (Global Positioning System). Sementara satu unit Tossa lainnya belum menggunakan perangkat tersebut karena digunakan untuk pengambilan sampah ke pelaku usaha atau UMKM dan sekolah saja.
Pemasangan GPS dilakukan untuk membantu KSM memantau pergerakan armada sekaligus memastikan pelayanan pengambilan sampah kepada masyarakat berjalan sesuai wilayah dan rute yang telah ditentukan.
Bendahara KSM TPS3R Kelurahan Sisir, Nunik Halimah, Jumat (2/10/2026), mengatakan keberadaan GPS sangat membantu pengelola dalam memastikan seluruh wilayah pelayanan terjangkau oleh armada.
“Dari 7 armada Motor Tossa yang beroperasi setiap hari, ada 6 unit yang kami pasang GPS. Salah satu tujuannya untuk memastikan semua area terlayani karena GPS membantu memantau apakah Motor Tossa sudah melewati seluruh wilayah RT/RW yang menjadi tanggung jawabnya tanpa ada yang terlewat,” ujar Nunik.
Menurutnya, GPS juga memungkinkan pengelola melihat posisi armada secara langsung melalui ponsel maupun komputer.
Dengan demikian, pihak TPS3R dapat mengetahui apakah armada masih bergerak menjalankan pelayanan, sedang berhenti, maupun berada di lokasi tertentu dalam waktu yang cukup lama.
“Selain itu kami juga dapat melihat posisi armada secara langsung melalui ponsel atau komputer, sehingga tahu apakah petugas sedang bekerja atau berhenti terlalu lama,” jelasnya.
Bisa Menjadi Bukti Pelayanan kepada Warga
Manfaat lain yang dirasakan adalah ketika terdapat keluhan warga terkait sampah yang belum terangkut.
Pihak pengelola dapat membuka kembali riwayat perjalanan GPS untuk mengecek apakah armada sudah melewati wilayah atau lokasi yang dimaksud.
“Ini juga sebagai bukti pelayanan jika ada warga yang protes bahwa sampahnya belum diambil. Kami dari kantor TPS3R bisa mengecek riwayat perjalanan GPS untuk membuktikan apakah armada sudah mendatangi lokasi tersebut atau belum,” tutur Nunik.
Menurut Nunik, sistem tersebut juga membantu pengelola mengetahui alasan ketika terdapat armada yang berhenti terlalu lama.
Jika ditemukan armada berhenti pada titik tertentu, pengelola dapat mengambil tangkapan layar (screenshot) posisi kendaraan dan membagikannya ke grup WhatsApp untuk dikonfirmasi kepada petugas.
“Kalau kami lacak dari GPS ada salah satu sopir yang berhenti terlalu lama, kami screenshoot posisinya kemudian dibagikan di grup WhatsApp untuk ditanyakan,” katanya.
Namun, menurutnya, tidak setiap pemberhentian berarti petugas tidak bekerja. Beberapa kondisi di lapangan memang membuat armada tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan.
“Pernah ada yang langsung melaporkan bahwa berhenti karena ada warga yang meninggal dunia, sehingga Tossa belum bisa lewat,” ungkapnya.

Pengambilan Sampah Lebih Cepat
Pemasangan GPS juga mulai memberikan perubahan terhadap pola kerja armada.
Menurut Nunik, dengan adanya pemantauan rute, perjalanan Motor Tossa menjadi lebih teratur sehingga proses pengambilan sampah dari rumah warga dapat dilakukan lebih cepat.
Dampaknya juga dirasakan oleh petugas di TPS3R yang bertugas melakukan pemilahan sampah.
“Perubahan dari pemasangan GPS ini yaitu pengambilan sampah ke warga lebih cepat, sehingga petugas yang melakukan pemilahan di TPS3R juga lebih cepat,” jelasnya.
Pada hari-hari tertentu, terutama ketika volume sampah lebih sedikit, pekerjaan pengambilan sampah bahkan dapat diselesaikan lebih awal.
“Kalau volume sampah berkurang di hari Rabu, Kamis dan Jumat, pengambilan bisa selesai jam 14.00 WIB. Sebelumnya rata-rata sampai jam 15.00 WIB,” katanya.
Konsumsi BBM Lebih Mudah Dikontrol
Selain meningkatkan pengawasan pelayanan, GPS juga digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mengontrol penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Dengan mengetahui rute perjalanan setiap armada, pengelola dapat melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan dan penggunaan kendaraan.
“Akibatnya kami bisa mengontrol konsumsi BBM. Dengan rute yang lebih teratur dan pembatasan penggunaan motor untuk keperluan pribadi di luar jam kerja, tentunya konsumsi bahan bakar dapat lebih hemat,” pungkas Nunik.
Pemasangan GPS pada armada TPS3R Kelurahan Sisir menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan transparansi, pengawasan, efisiensi operasional, serta kualitas pelayanan persampahan kepada masyarakat.
Dengan enam armada yang sudah terpantau secara digital, pengelola TPS3R tidak hanya dapat mengetahui posisi kendaraan secara langsung, tetapi juga memiliki data perjalanan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pelayanan dan penggunaan armada.













