Kota Batu, Pintubatunews.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sejahtera Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mulai menguji kualitas kompos hasil pengolahan sampah organik melalui lahan pertanian warga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TPS3R Sejahtera untuk membuktikan bahwa sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Ketua KSM TPS3R Sejahtera Dusun Caru Desa Pendem, Sri Rahma, mengatakan uji coba dilakukan untuk mengetahui secara langsung sejauh mana kompos yang diproduksi rumah kompos dapat memberikan manfaat bagi tanaman pertanian warga.
“Kompos yang dihasilkan dari sampah organik di rumah kompos ini, kami ingin mengetahui hasilnya apabila dipergunakan di lahan pertanian warga,” ujar Sri Rahma saat ditemui Selasa (8/9/2026).

Dalam pelaksanaan uji coba tahap pertama, TPS3R Sejahtera telah membagikan kompos kepada 13 Ketua RT dan 3 Ketua RW di Dusun Caru.
Sementara untuk panen kompos tahap kedua, rencananya akan dibagikan kepada 10 Ketua RT dan 2 Ketua RW di Dusun Pendem Krajan. Masing-masing penerima akan memperoleh 0,5 karung kompos, ditambah satu botol eco enzyme berukuran 750 mililiter.
Kompos tersebut akan digunakan untuk menguji pertumbuhan berbagai jenis tanaman, mulai dari bawang merah, cabai rawit, sawi, tomat, bunga kol, kacang panjang hingga tanaman jeruk.
Menurut Sri Rahma, keberhasilan uji coba ini bukan sekadar persoalan tanaman tumbuh subur. Lebih jauh, hasil tersebut diharapkan mampu membuka kepercayaan petani terhadap produk kompos yang dihasilkan TPS3R.
“Kalau hasilnya bagus, petani akan datang sendiri ke TPS3R untuk membeli kompos yang kami hasilkan,” katanya.
DLH Kota Batu Inventarisasi Sarana dan Prasarana
Pada kesempatan yang sama, TPS3R Sejahtera juga mendapat kunjungan rombongan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.
Rombongan tersebut terdiri dari Artoko Pramono selaku Pendamping TPS3R Koordinator Kecamatan Junrejo, Pendamping TPS3R Desa Sidomulyo, Pendamping TPS3R Desa Tlekung serta Pendamping TPS3R Desa Junrejo.
Kunjungan tersebut salah satunya dilakukan untuk melakukan pendataan dan inventarisasi sarana serta prasarana yang tersedia di TPS3R Sejahtera Dusun Caru.

Dalam pendataan tersebut diketahui bahwa TPS3R telah memiliki fasilitas toilet beserta septic tank. Namun, sejumlah sarana keselamatan kerja masih perlu dilengkapi.
Beberapa perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih dibutuhkan antara lain helm keselamatan, kacamata pengaman, masker, sarung tangan dan sepatu keselamatan. TPS3R juga masih membutuhkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
Adapun APD yang saat ini telah tersedia berupa sepatu boot dan sarung tangan plastik.
Atap Hanggar Mulai Direnovasi
Sri Rahma juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala DLH Kota Batu atas perhatian terhadap kondisi bangunan TPS3R Sejahtera, khususnya hanggar pengolahan sampah.
Hanggar TPS3R tersebut dibangun sekitar tahun 2015 dan saat ini sebagian atapnya mengalami kebocoran.
“Terima kasih kepada Kepala DLH Kota Batu yang telah merenovasi atap hanggar kami. Atapnya banyak yang bocor,” ungkap Sri Rahma.
Hanggar tersebut memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Sebagian atap telah diganti dengan material baru, sementara proses penyelesaian renovasi masih menunggu ketersediaan atap berikutnya serta tenaga tukang yang akan melakukan pemasangan.
Bagi KSM TPS3R Sejahtera, pembenahan sarana dan prasarana menjadi bagian penting untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih aman dan produktif.
Di sisi lain, uji coba kompos di lahan warga menjadi langkah strategis untuk membangun mata rantai pengelolaan sampah yang lebih lengkap: sampah organik dikumpulkan, diolah menjadi kompos, dimanfaatkan petani, kemudian produk kompos berpotensi kembali menjadi sumber pendapatan bagi TPS3R.
Jika hasil uji coba menunjukkan pertumbuhan tanaman yang baik, kompos TPS3R Sejahtera tidak hanya berhenti sebagai hasil pengolahan sampah, tetapi berpeluang berkembang menjadi produk pertanian yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di tingkat desa.












