Berita  

Dua Petugas Layani Sampah 3 RW di Dusun Kajar, Arifin Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah

Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah menjadi bagian penting agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan lingkungan tetap bersih.

Foto Arifin berdiri didekat motor tossa sampahnya.

Kota Batu – Pintubatunews.com — Pengelolaan sampah di Dusun Kajar, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, masih mengandalkan kerja keras dua petugas di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Keduanya harus melayani pengambilan sekaligus memilah sampah dari wilayah yang mencakup 3 RW dan 13 RT.

Salah seorang petugas pemilah sampah, Arifin (35), mengatakan dirinya mulai bekerja melakukan pengambilan dan pemilahan sampah di TPS3R Dusun Kajar setelah penutupan TPA Tlekung pada akhir 2023.

“Petugas di TPS3R ini untuk satu Dusun Kajar hanya ada dua orang. Saya warga RT 12 RW 3 Dusun Kajar, mulai melakukan pekerjaan pengambilan dan pemilahan sampah setelah penutupan TPA Tlekung atau akhir tahun 2023,” ujar Arifin saat ditemui Kamis (20/8/2026).

Arifin menjalankan pekerjaan tersebut bersama Wiwit, warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang kini tinggal di Desa Pesanggrahan. Menurutnya, Wiwit baru bergabung sebagai petugas TPS3R sekitar satu tahun terakhir.

Keduanya bekerja dari Senin hingga Jumat, mulai dari mengambil sampah dari lingkungan warga hingga melakukan proses pemilahan di TPS3R. Pekerjaan tersebut diupayakan selesai setiap hari, bahkan tidak jarang harus berlangsung hingga sore.

“Kami melaksanakan pekerjaan ini antara Senin sampai Jumat. Pengambilan dan pemilahan sampah kami lakukan dengan target selesai sehari, meskipun harus sampai sore,” kata Arifin.

Menurutnya, menyelesaikan proses pemilahan dalam satu hari menjadi penting karena sampah yang terlalu lama menumpuk dapat menimbulkan persoalan baru.

“Kalau sampai tidak selesai pemilahannya dalam waktu satu hari, sampah menjadi menumpuk, panas dan berbau,” jelasnya.

Foto infografis pilah sampah dari sumbernya.

Berharap Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Dengan jumlah petugas yang hanya dua orang untuk melayani wilayah 3 RW dan 13 RT, Arifin berharap masyarakat ikut membantu dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah masing-masing.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah organik, anorganik, dan jenis sampah lainnya dari rumah akan membantu mempercepat pekerjaan petugas ketika sampah tiba di TPS3R.

“Harapan saya warga Dusun Kajar mau melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah masing-masing. Dengan begitu, pekerjaan kami di TPS3R bisa lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.

Bagi Arifin, pekerjaan pengambilan dan pemilahan sampah bukan sekadar mencari nafkah. Pekerjaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu mengurangi beban pengelolaan sampah.

Di tengah rutinitas tersebut, Arifin juga berharap selalu diberikan kesehatan. Ia mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Harapannya selalu mohon doa agar kami selalu diberikan kesehatan,” tuturnya.

Kisah Arifin dan Wiwit menjadi gambaran bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada keberadaan TPS3R dan petugas. Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah menjadi bagian penting agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan lingkungan tetap bersih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *